Sejumlah model atau talent mengaku menjadi korban pelecehan setelah mendapatkan tawaran pembuatan konten oleh seorang gus di Kabupaten Malang. Polisi tengah mendalami adanya dugaan tindak pidana tersebut.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar mengaku Satuan Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang telah melakukan langkah dalam merespon unggahan yang viral di media sosial itu.
Dengan menghubungi langsung seseorang yang diduga menjadi korban, adanya dugaan pelecehan yang diunggah di media sosial tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah melakukan jempot bola dengan menghubungi yang bersangkutan (korban), setelah unggahannya viral di media sosial," ujar Bambang kepada detikJatim, Kamis (5/2/2026).
Menurut Bambang, Satreskrim PPA tengah mendalami adanya peristiwa tersebut. Sejauh ini, terduga korban belum membuat laporan resmi ataupun pengaduan terkait peristiwa yang dialami.
"Namun belum dilakukan interogasi secara langsung, dan korban belum membuat pengaduan atau laporan resmi," tegas Bambang.
Bambang menambahkan, penyidik masih menjadwalkan untuk bisa melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap korban. Agar dugaan kasus yang terjadi dapat segera diungkap.
"Sedang dijadwalkan untuk menginterogasi korban," imbuhnya.
Seperti diberitakan, dugaan pelecehan menimpa sejumlah talent perempuan di Malang. Mereka awalnya dijebak melalui tawaran talent shooting yang ujungnya mengarah ke perbuatan asusila.
Peristiwa ini mengemuka, setelah salah seorang talent yang mengaku sebagai korban mencurahkan pengalaman pahit yang dialami. Curhatan itu viral di media sosial.
Dalam unggahannya, pemilik akun sovinovitav turut memberikan peringatan kepada para talent lain, khususnya perempuan agar berhati-hati, agar tidak terjebak dengan tawaran yang sama.
"Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema 'sumpah pocong'," tulis sovinovitav seperti dilihat detikJatim, Kamis (5/2/2026).
(dnp/abq)
