Gus di Malang Diduga Lecehkan Model Modus Konten Sumpah Pocong

Gus di Malang Diduga Lecehkan Model Modus Konten Sumpah Pocong

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 05 Feb 2026 14:45 WIB
Gus di Malang Diduga Lecehkan Model Modus Konten Sumpah Pocong
Ilustrasi pelecehan seksual/Foto: Getty Images/iStockphoto/triocean
Malang -

Dugaan pelecehan menimpa sejumlah perempuan yang bekerja sebagai model atau muse di Malang. Sementara itu, terduga pelaku merupakan seorang pemuka agama atau gus yang namanya cukup terkenal.

Gus tersebut diduga melakukan pelecehan seksual dalih syuting konten YouTube soal sumpah pocong. Para korban awalnya dijebak melalui tawaran syuting yang ujungnya mengarah ke perbuatan asusila.

Peristiwa ini mengemuka setelah salah seorang talent mengaku sebagai korban. Ia mencurahkan pengalaman pahit yang dialaminya. Curhatan itu viral di media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahannya di Instagram, pemilik akun @sovinovitav turut memberikan peringatan kepada para talent, agar berhati-hati, agar tidak terjebak dengan tawaran yang sama.

ADVERTISEMENT

"Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema 'sumpah pocong'," tulis sovinovitav seperti dilihat detikJatim, Kamis (5/2/2026).

Sovinovitav sendiri telah mengizinkan detikJatim mengutip unggahan dari peristiwa yang dialami itu.

Peristiwa bermula saat korban menerima tawaran pekerjaan untuk kebutuhan shooting dengan akting ringan melalui sebuah akun Instagram. Namun, kejanggalan mulai dirasakan korban saat tiba di lokasi yang terletak di daerah Pakis, Kabupaten Malang.

"Pas sampai lokasi aku ngerasa ganjel banget, soalnya cowok-cowok semua di situ," katanya.

Korban menyebut, sesi syuting pertama dilakukan di lokasi penyembelihan hewan yang dinilai tidak lazim. Situasi semakin mencekam saat korban dipanggil asisten pelaku dan kemudian dihadapkan langsung dengan sosok yang disebut sebagai Gus.

SN mengaku diberikan susu panas dan diarahkan untuk mengikuti serangkaian aktivitas 'pembuktian spiritual'. Pelaku diduga menggunakan teknik intimidasi berupa ramalan buruk untuk mengguncang mental korban.

"Dua bulan ke depan kamu bakal mendapatkan kesialan entah itu kamu lumpuh atau jatuh. Tiga sampai empat bulan kamu bakal mendapatkan kesuksesan," tulis korban menirukan ucapan pelaku.

Di bawah tekanan mental dan rasa takut, korban kemudian diminta masuk ke kamar pelaku untuk memijat pelaku. Sovi mengaku dalam kondisi tersebut, pelaku sempat mengeluarkan ucapan yang menjurus pada tindakan asusila.

Ia akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan berpura-pura tidur pulas hingga dapat meninggalkan lokasi pada dini hari pukul 02.00 WIB.

Sovi menegaskan, alasannya speak up karena adanya informasi mengenai korban lain yang mengalami modus serupa, mulai dari briefing yang tidak jelas hingga tindakan asusila.

Meskipun menyadari sulitnya menempuh jalur hukum karena minimnya alat bukti fisik (visum), Sovi memilih untuk mengungkap modus ini sebagai langkah pencegahan bagi komunitas muse dan talent.

"Setidaknya kita bisa saling mengingatkan. Nggak perlu hate speech, cukup report dan block akun media sosialnya," tegasnya.

Kisah dialami Sovi itu juga menimpa talent lain yakni @rizkanhy. Ia bahkan menyebut, bahwa pelaku disebut Gus memiliki akun dengan followers cukup banyak sering mencari talent untuk syuting konten, namun tidak menyertai konsep konten yang jelas.

"Oknum Gus ini punya followers banyak, bahkan jutaan di TikTok. Dia sering hire muse perempuan untuk dijadikan talent dan briefing-nya gak jelas," terang Rizka dikonfirmasi terpisah.

Rizka menambahkan, di tengah proses syuting dengan pengambilan yang dianggap cukup menyita waktu. Tiba-tiba crew dan pelaku mengarahkan talent untuk membuat adegan sumpah pocong.

"Tage-nya itu molor banget, dan di tengah tage, baru kita tahu kalau diminta sumpah (pocong)," ujarnya.

Mirisnya, kata Rizka, oknum gus itu juga melakukan tindakan asusila terhadap para talent perempuan.

"Alhamdulillah, aku pribadi lolos dari pelecehan tersebut. Cuman saat lagi shoot, aku bilang bahwa aku tidak bisa berbaring untuk melakukan sumpah (pocong) karena alami patah," ujarnya.

Rizka mengaku memiliki bukti adanya dugaan perbuatan oknum diluar orang pada umumnya. "Aku punya bukti chat, gus itu ngajak kerjasama,yang ujungnya kasih emoticon Love, wajar gak seorang gus melakukan itu," pungkasnya.




(mua/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads