Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengingatkan jajarannya untuk menindak tegas para pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ia pun menginstruksikan untuk tak ragu untuk menembak di tempat.
Luthfie menyebut bahwa langkah ini menjadi komitmen dalam memberantas pelaku curanmor di Kota Surabaya. Sebab semakin hari malah meresahkan.
"Saya sudah perintahkan ke Satreskrim, ke para Kapolsek, sudahlah tidak usah ragu-ragu. Tidak ada toleransi lagi," ujar Luthfie, Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pelaku curanmor yang membahayakan masyarakat maupun petugas tak dapat ditoleransi.
"Tembak saja. Jadi para pelaku curanmor, saya ingatkan sekali lagi, Polrestabes Surabaya akan melakukan tindakan tegas." tuturnya.
Luthfie lantas memberi 2 pilihan tegas kepada para pelaku curanmor. Yakni berhenti atau pihaknya yang akan menghentikan pencurian motor dengan tembak di tempat.
"Jadi untuk para pelaku, berhenti atau kami yang menghentikan kalian," tegasnya.
Sebagai langkah preventif dan edukasi, Polrestabes Surabaya juga membagikan sebanyak 30 unit alarm gratis kepada pemilik kendaraan roda dua agar tidak menjadi korban curanmor.
"Alarm ini lebih efektif daripada kunci ganda. Karena kadang kalau kunci ganda, masyarakat malas memasang. Tapi kalau alarm, ini bisa langsung otomatis nyala," ungkapnya.
Diketahui, Polrestabes Surabaya saat ini tengah mengadakan Bazar Ranmor. Para korban curanmor yang kendaraannya telah diamankan kepolisian bisa mengambil langsung.
Warga diminta menunjukkan beberapa hal seperti STNK, BPBKB, KTP, serta lembar tilang sebagai bukti kepemilikan. Program ini sendiri dibagi menjadi dua sesi. Pertama berlangsung pada 21-24 Januari 2026, sedangkan sesi kedua akan digelar pada 26-30 Januari 2026.
Tak ada pungutan biaya yang dibebankan kepada masyarakat yang akan mengambil motornya. "Saya berulangkali sampaikan bahwa pelayanan kepolisian ini tidak ada biaya apapun alias gratis," pungkas Luthfie.
(auh/abq)
