Ironi Kota Madiun, Indeks Antikorupsi Tinggi Tapi Walkot Kena OTT KPK

Ironi Kota Madiun, Indeks Antikorupsi Tinggi Tapi Walkot Kena OTT KPK

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Selasa, 20 Jan 2026 10:57 WIB
Ironi Kota Madiun, Indeks Antikorupsi Tinggi Tapi Walkot Kena OTT KPK
Wali Kota Madiun Maidi di gedung KPK/Foto: Muhammad Firman/detikFoto
Madiun -

Kota Madiun selama ini dikenal sebagai daerah percontohan antikorupsi di Jawa Timur. Penataan kota, peningkatan PAD, hingga berbagai inovasi layanan publik membuat banyak kepala daerah datang belajar. Namun, citra itu kini tercoreng setelah Wali Kota Madiun Maidi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ironinya, Kota Madiun kerap disebut sebagai kota antikorupsi dengan meraih indeks tertinggi pada Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 dari KPK RI, dengan mencapai 82,26. Ini menempatkannya di kategori "Terjaga" (sangat baik) dan peringkat teratas nasional untuk kategori kabupaten/kota antikorupsi.

Madiun selama ini juga dipuji sebagai kota kecil dengan tata kelola modern. Mulai dari penataan pusat kota, pengembangan kawasan Pahlawan Street Center, revitalisasi pasar, perbaikan drainase dan jalan, penguatan ruang terbuka hijau, hingga pengembangan layanan publik berbasis digital menjadi proyek-proyek unggulan Pemkot Madiun yang sering dijadikan rujukan daerah lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak sedikit kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur datang ke Madiun untuk studi banding, terutama dalam hal peningkatan PAD, penataan kota, serta pelayanan publik yang dianggap efektif dan efisien.

Namun, citra itu kini berbalik arah. Maidi justru diamankan KPK dalam OTT terkait dugaan korupsi fee proyek dan dana corporate social responsibility (CSR).

ADVERTISEMENT

Pernah Bicara Lantang Soal Antikorupsi

Yang membuat publik semakin miris, sebelumnya Maidi berbicara lantang dalam sebuah video lantang soal antikorupsi.

"Dulur, Madiun Kota Anti Korupsi, bukan sekadar slogan semata, Madiun anti korupsi sudah membudaya nyata, ini sesuai visi misi saya yang keenam," kata Maididalam video yang dilihat detikJatim.

Maidi juga menyebut capaian indeks integritas daerahnya.

"Alhamdulillah nilai integritas kita di angka 82,26, dan merupakan nilai tertinggi secara nasional tahun ini," imbuhnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak. "Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas capaian ini, terima kasih atas kontribusi dan konsistensi dalam menjaga diri dari praktik korupsi yang merugikan negara," tambahnya.

Pernyataan itu ditutup dengan seruan Hari Antikorupsi Sedunia.

"Selamat hari anti korupsi sedunia, satukan aksi basmi korupsi," tutup Maidi.

OTT KPK Guncang Balai Kota Madiun

OTT KPK di Kota Madiun dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ia menyebut Maidi diamankan bersama 15 orang lainnya.

"Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur," kata Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Setelah pemeriksaan awal di Polres Madiun Kota, sebagian pihak langsung dibawa ke Jakarta.

"Selanjutnya 9 orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Walikota Madiun," imbuhnya.

KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai.

"Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah," ujar Budi.

OTT ini, kata Budi, berkaitan dengan dugaan korupsi fee proyek dan dana CSR.

"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," ungkap Budi.

Wali Kota Dua Periode

Maidi menjabat sebagai Wali Kota Madiun dua periode, yakni 2019-2024 dan 2025-2030. Berdasarkan LHKPN terakhir April 2025, total harta kekayaannya mencapai Rp 16.926.129.519.

Penangkapannya juga mendapat respons dari Partai Gerindra Jatim.

"Belum memiliki KTA," kata Bendahara Gerindra Jatim Ferdians Reza Alvisa kepada detikJatim.

"Memang saat ini yang bersangkutan sedang mengikuti fit and proper test menjadi Ketua DPC Gerindra Kota Madiun. Sampai dengan saat ini, pihak DPP, DPD, ataupun DPC belum ada menerbitkan KTA untuk beliau," tambahnya.

Pasca OTT, Balai Kota Madiun tampak lengang. Deretan mobil dinas terparkir rapi di halaman, sementara aktivitas kantor nyaris tak terlihat.

Selain Maidi, Kepala Dinas PU PR Kota Madiun Thariq Megah juga turut terjaring OTT. Ia terlihat keluar dari ruang tipidkor Polres Madiun Kota sebelum masuk ke mobil hitam yang berada tepat di belakang kendaraan Maidi.

Tak lama berselang, sejumlah personel KPK keluar membawa tas ransel dan koper.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: KPK Sudah Tetapkan Tersangka Terkait OTT Wali Kota Madiun"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads