Pria Tewas Bersimbah Darah di Wonokusumo Jaya Surabaya Diduga Ditusuk

Pria Tewas Bersimbah Darah di Wonokusumo Jaya Surabaya Diduga Ditusuk

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Minggu, 18 Jan 2026 14:30 WIB
Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Getty Images/ilbusca)
Surabaya -

Pria tanpa identitas yang ditemukan tewas bersimbah darah di dekat sebuah warkop di Jalan Wonokusumo Jaya, Kecamatan Semampir, Surabaya diduga korban pembunuhan. Ditemukan luka sayatan atau tusukan benda diduga senjata tajam pada bagian perut pria tersebut.

"Kami sudah meminta keterangan saksi di lokasi. Korban diduga dibunuh dengan luka tusuk sajam, masih kita lidik (penyelidikan)," ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M. Prasetya, Minggu (18/1/2026).

Pria itu ditemukan tewas di depan Warkop Coffee Black di Jalan Wonokusumo Jaya pada Minggu pagi sekitar pukul 04.15 WIB dengan posisi terlentang menghadap ke selatan. Hasil pemeriksaan petugas di lokasi menemukan adanya luka bacok pada bagian perut korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Personel Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Polsek Semampir telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban diduga tewas akibat penganiayaan berat atau pembacokan.

"Benar. Pagi tadi kami menerima informasi dari masyarakat. Lalu kami langsung kroscek ke TKP," kata Prasetya.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti di sekitar lokasi. Petugas juga berupaya mengidentifikasi korban karena tidak ditemukan kartu identitas di pakaiannya.

Meski tanpa identitas, petugas menemukan satu unit sepeda motor Honda Stylo berwarna abu-abu dengan nomor polisi L 5506 DAM di dekat lokasi. Motor tersebut terparkir menggunakan standar samping di dekat posisi korban tergeletak.

Proses olah TKP telah dilakukan melibatkan personel Satreskrim, Tim Inafis, BPBD Kota Surabaya, Satpol PP, dan Polsek Semampir. Sekitar pukul 06.15 WIB, jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans untuk keperluan visum.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads