Kampung yang berada di tengah Jalan Ahmad Yani, Surabaya, mulai diratakan hari ini. Enam persil terakhir telah menyelesaikan proses konsinyasi dan menerima uang ganti rugi.
Pantauan detikJatim di lokasi menunjukkan sejumlah alat berat telah disiagakan, termasuk dua unit beko. Namun hingga pukul 07.50 WIB, aktivitas pembongkaran belum dimulai dan petugas masih terlihat beristirahat.
Suasana kampung tampak lengang. Aktivitas warga yang sebelumnya masih ada kini sudah tidak terlihat. Di beberapa bangunan tersisa kursi sofa, sepatu roda, serta sejumlah bagian rumah yang menjadi sasaran vandalisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua bangunan yang ada di Taman Pelangi ini sudah konsinyasi dan sudah menerima uang. Hari ini kita tuntaskan perobohan seluruh bangunan rumah," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kampung Tengah Jalan Ahmad Yani, Kamis (15/1/2026).
Eri menyebut, paling lambat perobohan kampung tersebut akan rampung pada Jumat (17/1/2027). Pemkot Surabaya juga telah menyampaikan perkembangan ini kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Dengan percepatan pembongkaran bangunan, pembangunan flyover di kawasan tersebut bisa segera dimulai. Proyek direncanakan dikerjakan pada akhir triwulan pertama atau triwulan kedua tahun ini untuk mengatasi kemacetan.
"Insyaallah kemarin Kementerian PU sudah merencanakan. Karena di sini simpulnya macet di sini," ujarnya.
Pembangunan flyover ditargetkan berlangsung mulai 2026 hingga 2027 dengan anggaran sekitar Rp 400 miliar.
"Tapi yang terpenting di titik ini segera bisa dilakukan pembangunan, sehingga kemacetan di simpul yang paling parah ini bisa terselesaikan," jelasnya.
Desain flyover saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Kementerian PU. Jika telah disepakati, proses pengerjaan dapat segera dimulai.
"Hari ini proses perencanaan sekaligus bisa dilakukan pelelangan. Semoga bisa cepat dan kami bisa melakukan maksimal terhadap penanganan titik simpul Taman Pelangi," pungkasnya.
(esw/hil)
