Motif Pengeroyokan Napi di Lapas Blitar hingga Pecah Pembuluh Darah

Motif Pengeroyokan Napi di Lapas Blitar hingga Pecah Pembuluh Darah

Fima Purwanti - detikJatim
Jumat, 09 Jan 2026 23:00 WIB
Motif Pengeroyokan Napi di Lapas Blitar hingga Pecah Pembuluh Darah
Ilustrasi pengeroyokan. (Foto: Dok.Detikcom)
Blitar -

Seorang narapidana berinisial HR di Lapas Blitar dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar diduga dikeroyok sesama tahanan hingga mengalami pecah pembuluh darah di otak. Motif pengeroyokan itu diduga akibat penipuan dan utang-piutang di luar lapas.

"Peristiwa itu diduga disebabkan oleh permasalahan pribadi yang terjadi di luar lapas. Narapidana H melakukan dugaan penipuan dan utang piutang kepada I dan D, yang kemudian mereka bertemu di dalam Lapas karena kasus narkotika," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar, Romi Novitrion dalam keterangan tertulis, Jumat (9/1/2026).

Romi menyebut permasalahan antara napi itu telah berusaha diselesaikan petugas Lapas. Salah satunya dengan mendatangkan keluarga korban HR, yang bersedia untuk membayar hutang kepada I dan D.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"HR menyatakan keluarganya bersedia membantu penyelesaian utang dengan melakukan pembayaran cicilan sebesar Rp 10 juta. Namun sampai dengan jatuh tempo, belum dibayarkan. Sebagai antisipasi sebelumnya petugas sudah memindahkan ke sel khusus," jelasnya.

Sebelumnya, peristiwa dugaan kekerasan itu melibatkan sesama narapidana di antaranya yakni narapidana berinisial H, I, D, dan B. Akibat dugaan pengeroyokan itu HR mengalami kejang di dalam sel pada Senin (5/1) dan langsung dirawat di Klinik dalam Lapas Blitar. Namun, dokter Klinik memutuskan merujuk ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

ADVERTISEMENT

"Yang jelas seluruh proses penanganan narapidana telah dilakukan dengan mengedepankan aspek kemanusiaan, pengamanan sampai dengan aparat penegak hukum apabila diperlukan. Selanjutnya, kejadian ini telah diserahkan ke Pihak Polres Blitar Kota," kata Romi.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus du. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dari petugas LP dan Napi.

"Kami sudah memeriksa sekitar 9 saksi. Kami juga masih menunggu kondisi korban membaik untuk dimintai keterangan, karena yang bersangkutan saksi kunci," katanya saat ditemui detikJatim, Jumat (9/1/2026).

Rudi menyebutkan berdasarkan keterangan dokter sementara, korban ini mengalami pemecahan pembuluh darah pada otak yang terindikasi strook. Korban juga mengalami beberapa luka memar.

"Iya memang ada luka memar, tapi kami masih nunggu hasil visum lengkap. Mohon waktu," tandasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads