Napi Dikeroyok Sesama Tahanan di Lapas Blitar hingga Pecah Pembuluh Darah

Napi Dikeroyok Sesama Tahanan di Lapas Blitar hingga Pecah Pembuluh Darah

Fima Purwanti - detikJatim
Jumat, 09 Jan 2026 20:14 WIB
Napi Dikeroyok Sesama Tahanan di Lapas Blitar hingga Pecah Pembuluh Darah
Lapas Kelas II B Blitar tempat seorang napi dikeroyok hingga mengalami pecah pembuluh darah. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitar -

Salah seorang narapidana berinisial HR di Lapas Blitar dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo, Kota Blitar. HR diduga dikeroyok dengan sesama tahanan hingga menjalani perawatan intensif.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar, Romi Novitrion membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, dugaan kekerasan yang melibatkan sesama narapidana. Diantaranya yakni, narapidana berinisial H, I, D, dan B.

"Peristiwa tersebut diduga disebabkan oleh permasalahan pribadi yang terjadi di luar lapas. Narapidana H melakukan dugaan penipuan dan utang piutang kepada I dan D, yang kemudian mereka bertemu di dalam Lapas karena kasus narkotika," terangnya dalam keterangan tertulis diterima detikJatim, Jumat (9/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

HR mengalami kejang di dalam sel pada Senin (5/1), dan langsung dirawat di Klinik dalam Lapas Blitar. Namun, dokter Klinik memutuskan untuk merujuk ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

"Yang jelas seluruh proses penanganan narapidana telah dilakukan dengan mengedepankan aspek kemanusiaan, pengamanan sampai dengan aparat penegak hukum apabila diperlukan. Selanjutnya, kejadian ini telah diserahkan ke Pihak Polres Blitar Kota," kata Romi.

ADVERTISEMENT

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus du. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dari petugas LP dan Napi.

"Kami sudah memeriksa sekitar 9 saksi. Kami juga masih menunggu kondisi korban membaik untuk dimintai keterangan, karena yang bersangkutan saksi kunci," katanya saat ditemui detikJatim, Jumat (9/1/2026).

Rudi menyebutkan berdasarkan keterangan dokter sementara, korban ini mengalami pemecahan pembuluh darah pada otak yang terindikasi strook. Korban juga mengalami beberapa luka memar.

"Iya memang ada luka memar, tapi kami masih nunggu hasil visum lengkap. Mohon waktu," tandasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads