Tim Macan Giri Sat Reskrim Polres Gresik mengamankan 6 anggota gangster yang telah membuat onar di Kecamatan Dukun dan Panceng, Gresik. Komplotan sampah masyarakat itu, telah membacok dua warga hingga merampas HP warga lainnya.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengatakan dari 6 anggota tersebut lima diantaranya masih anak-anak. Kelima anak di bawah umur itu, tidak terlibat langsung memukul atau membacok para korban.
"Kelima anak-anak ini hanya ikut konvoi saja. Makanya mereka kita jadikan saksi," kata Arya, Kamis (8/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya menjelaskan para anggota gangster tersebut merupakan anggota perguruan silat dari berbagai daerah. Mereka ada yang memprovokasi untuk mencari orang yang memakai atribut perguruan lain untuk menjadi sasaran kelompok tersebut.
"Jadi ada otak pelaku yang memprovokasi anak-anak ini. Dengan alasan mencari orang dengan atribut perguruan lain dengan tujuan agar anak-anak ini mau mengikuti perintahnya," jelas Arya.
Arya menambahkan setelah mau mencari sasaran, otak pelaku dan beberapa pengikutnya memanfaatkan kelompok gangster tersebut untuk menakuti warga. Dengan membawa golok dan linggis, mereka melakukan pencurian dengan kekerasan.
"Untuk itu, kita akan buru otak pelaku yang memiliki tujuan Begal berkedok Gangster atau perguruan. Karena ini sudah meresahkan masyarakat Gresik, ada HP penjual nasi goreng juga di rampas dengan membawa golok," tambah Arya.
Arya menghimbau kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri. Jika tidak atau bahkan melakukan perlawanan, pihaknya tak segan untuk melakukan tindakan tegas terukur.
"Untuk para pelaku kalian tidak akan bisa lari, segera menyerahkan diri. Jangan melawan atau membahayakan petugas penegak hukum, jika tidak menghiraukan peringatan kami, kita akan lakukan tindakan tegas terukur," pungkasnya.
(auh/abq)











































