Komplotan Pembegal Karyawati Garmen Gentayangan di Kota Probolinggo

Komplotan Pembegal Karyawati Garmen Gentayangan di Kota Probolinggo

M Rofiq - detikJatim
Selasa, 06 Jan 2026 14:15 WIB
Komplotan Pembegal Karyawati Garmen Gentayangan di Kota Probolinggo
Nur Hayati, karyawati garmen korban begal di jalanan sepi Kota Probolinggo. (Foto: Istimewa)
Kota Probolinggo -

Kejahatan jalanan pembegalan meresahkan warga di Probolinggo. Seorang karyawati pabrik garmen ditendang hingga jatuh, diancam senjata tajam celurit dan motornya dibawa kabur saat sedang perjalanan berangkat kerja sif malam di jalanan sepi Kota Probolinggo.

Peristiwa pembegalan ini terjadi Senin (5/1) malam di jalanan yang sepi di wilayah Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Dalam rekaman video amatir warga tampak seorang perempuan mengendarai motor matic menjadi sasaran kawanan begal di ruas jalan yang minim penerangan.

Korban diketahui bernama Nur Hayati, warga Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih. Dia sehari-hari bekerja sebagai karyawan pabrik garmen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari keterangan korban, saat kejadian dia sedang perjalanan berangkat kerja mengendarai motor matic warna hitam bernopol N 6765 RN. Tanpa dia sadari, selama perjalanan itu dirinya dibuntuti 2 orang pelaku yang berboncengan naik 1 sepeda motor.

Saat perjalanannya tiba di jalan yang minim penerangan di Kedungasem, Wonoasih sekitar pukul 19.00 WIB, korban tiba-tiba dipepet pelaku lalu ditendang hingga terjatuh bersama motornya.

ADVERTISEMENT

Pada saat korban terjatuh ke aspal itulah salah satu pelaku turun dari motor dan mengancamnya dengan senjata tajam jenis celurit. Dalam kondisi ketakutan korban tak mampu melawan hingga motornya dirampas dan dibawa kabur pelaku.

Setelah kejadian itu korban melapor ke kantor polisi setempat pada Selasa (6/1/2026). Nur Hayati melapor didampingi sejumlah warga ke Polres Probolinggo Kota.

"Pelakunya 2 orang, pakai masker dan sarung. Yang turun itu yang dibonceng sambil mengacungkan celurit. Motor ditendang, saya langsung jatuh dan kaki saya lecet," ujar Nur Hayati.

Karena ada unsur kekerasan dalam kejahatan begal itu, polisi meminta Nur untuk menjalani visum di RSUD Dokter Mohammad Saleh Kota Probolinggo. Hasil visum itu akan digunakan sebagai salah satu alat bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

Maraknya aksi pembegalan ini membuat warga resah. Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus perampasan sepeda motor tersebut dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak kembali meneror warga Kota Probolinggo.




(auh/dpe)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads