Seorang pria di Kabupaten Gresik jadi korban penganiayaan saat sedang berada di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Aksi penganiayaan tersebut sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.
Diketahui, korban penganiayaan oleh bang jago itu bernama Imam Lutfi (37) warha Desa Karangrejo, Manyar, Gresik. Ia dianiaya oleh seorang pria di sebuah SPBU Desa Sembayat, Manyar, Kabupaten Gresik pada Jumat (2/1/2026) lalu.
Dihubungi melalui sambungan teleponnya, Imam menceritakan peristiwa yang menimpanya. Hingga saat ini ia tidak memahami persoalan yang membuat pria tersebut memukulinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu masalahnya apa, saya juga tidak kenal orang itu, tiba-tiba dia menghampiri dan bilang 'Kenapa kamu lihat-lihat saya sambil melotot'. Padahal saya tidak ada niat melihat dia, saya hanya mengantre beli pertalite, tapi dia langsung memukul saya berulang kali dan menendang saya," kata Imam, Senin (5/1/2026).
Imam menambahkan saat kejadian ia hanya berusaha melindungi diri dan sama sekali tidak melakukan perlawanan atas penganiayaan yang dilakukan pelaku. Alhasil ia mengalami luka fisik yang cukup serius, seperti memar pada bola mata kiri, serta nyeri di bagian leher dan punggung akibat pukulan dan tendangan pelaku.
"Saya dipukul berulang kali dan ditendang, saya tidak melawan, setelah kejadian saya langsung meminta rekaman CCTV dan melapor ke polisi," tambahnya.
Imam berharap mendapat keadilan dengan lapor polisi. Sebab ia mengalami luka memar pada bagian wajah dan leher terutama bola mata kiri. Serta nyeri pada bagian punggung akibat tendangan pelaku.
"Semoga pelaku segera ditangkap dan saya mendapat keadilan," pungkasnya.
Terpisah, Kapolsek Manyar Iptu M Gifari Syarifudin mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Saat ini anggota Polsek Manyar tengah menindaklanjuti kasus ini.
"Sejumlah langkah telah diambil, termasuk mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di area SPBU, mengumpulkan barang bukti, serta memintai keterangan dari para saksi yang berada di lokasi. Saat ini kita masih memburu pelaku," kata Gifari.
