Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polda Jatim terjun langsung ke lokasi rumah tempat sekeluarga terdiri dari 3 orang ditemukan tewas bersimbah darah dalam rumahnya di Situbondo. Tim itu membantu penyelidikan dan olah TKP yang telah dilakukan polisi setempat.
Tim INAFIS Polda Jatim yang terdiri 4 orang anggota itu tiba menggunakan kendaraan khusus juga dilengkapi peralatannya.
Tim langsung memasang garis polisi di TKP untuk membatasi warga yang datang memenuhi sekitar lokasi kejadian. Warga dan wartawan dilarang mengambil gambar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan ngerekam dulu ya," kata salah satu petugas dari INAFIS Polda Jatim di lokasi kejadian, Senin (29/12/2025).
Pantauan di lapangan, petugas dari Tim INAFIS tersebut langsung menghidupkan drone untuk melihat kondisi TKP dari atas. Petugas sempat naik ke atas mengamati untuk mengamati atap rumah.
Tim INAFIS Polda Jatim olah TKP sekeluarga ditemukan tewas di dalam rumah di Situbondo. (Foto: Chuk Shatu Widharsa/detikJatim) |
Terlihat juga, barang bukti yang sebelumnya telah diamankan Polres Situbondo juga dibawa kembali ke lokasi kejadian.
Hingga kini, petugas tampak masih terus melakukan olah TKP. Mereka mengolah tempat kejadian secara lebih detil bagian per bagian rumah dengan peralatan pendukung.
"Mudah-mudahan bapak polisi segera dapat mengungkap kejadian ini. Kasihan korban," ujar Fia, salah seorang warga yang menonton olah TKP.
Seperti diberitakan, warga Besuki Situbondo gempar, Minggu (28/12/2025). Tiga orang sekeluarga ditemukan meninggal bersimbah darah di dalam rumahnya.
Ketiga korban warga Dusun Watu Ketu, Desa Demung, Besuki, Situbondo itu terdiri dari pasangan suami istri dan seorang anaknya. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, dugaan sementara pembunuhan dilakukan oleh suaminya.
Suaminya itu kemudian juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi rumah tersebut.

