Kesaksian Kakek Temukan Sekeluarga Termasuk Cucu Tewas Usai Antar Tempe

Kesaksian Kakek Temukan Sekeluarga Termasuk Cucu Tewas Usai Antar Tempe

Denza Perdana - detikJatim
Senin, 29 Des 2025 12:45 WIB
Jenazah sekeluarga tewas bersimbah darah dalam rumah mereka di Situbondo.
Jenazah sekeluarga tewas bersimbah darah dalam rumah mereka di Situbondo. (Foto: Chuk Shatu Widharsa/detikJatim)
Situbondo -

Isak tangis menyelimuti keluarga Abdur (60), warga Desa Demung, Situbondo. Sang kakek menjadi orang pertama yang menemukan anak, menantu, dan cucunya tewas di dalam rumah.

Saat itu Abdur hendak mengantar pesanan tempe ke rumah anaknya, Suningsih (38). Karena tak ada jawaban saat pintu diketuk, ia masuk melalui pintu samping yang tidak terkunci.

"Saya lalu masuk dan menaruh tempe di meja dapur, lalu keluar lagi," kata Abdur, Minggu (28/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena merasa curiga, 30 menit kemudian Abdur kembali ke rumah itu. Saat itulah ia melihat pemandangan mengerikan di kamar mandi. Menantunya, Mohammad Hasim (58), tewas bersimbah darah.

Ia bergegas mencari anak dan cucunya yang berada di dalam kamar yang gelap. Setelah menyalakan lampu, ia melihat genangan darah di depan pintu kamar tersebut.

ADVERTISEMENT

"Anak dan cucu saya tergeletak di lantai berlumuran darah. Saya sempat mengangkat tubuh Suningsih untuk memastikan kondisinya, namun sudah tidak bernapas," katanya lirih.

Abdur juga mendapati cucunya, Umi Rahmania (18), sudah dalam kondisi tak bernyawa. Ia pun langsung berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Peristiwa memilukan ini menggegerkan Warga Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo. Peristiwa itu terjadi Minggu (28/122025) pagi. Sekeluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak itu adalah Mohammad Hasim (58), istrinya Suningsih (38), serta anak mereka Umi Rahmania (18).

Hingga kini, polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang merenggut nyawa pasangan suami istri dan seorang anak tersebut, termasuk kemungkinan motif serta penyebab pasti kematian para korban. Berikut sejumlah fakta yang terungkap dari hasil olah TKP dan keterangan pihak kepolisian serta saksi di lokasi kejadian.

Tiga korban ditemukan meninggal di dalam rumah mereka sekitar pukul 09.00 WIB. Kapolsek Besuki, AKP Febry Hermawan telah mengonfirmasi adanya temuan jenazah 3 orang satu keluarga itu. Sayangnya hingga saat ini motif maupun penyebab kematian mereka belum terpecahkan.

Kepala Dusun Watuketu menyebut peristiwa ini sangat mengejutkan karena wilayahnya selama ini tergolong aman dan tidak pernah terjadi kejadian kriminal besar. Warga sekitar pun tidak menyangka tragedi berdarah itu terjadi di lingkungan mereka.

"Saya kaget. Sebab, di lingkungan sini selama ini kondisinya relatif aman. Tak pernah ada kejadian menonjol," jelas Kepala Dusun Watuketu, Supriyadi.

Meski demikian, sebelum peristiwa tragis terjadi keluarga korban disebut sempat menjadi bahan perbincangan warga. Keluarga itu diduga menjual sejumlah aset secara bertahap. Informasi ini didapatkan dari keterangan warga yang disampaikan kepada perangkat desa setempat.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads