Walkot Eri Prihatin Kasus Ibu Siksa Anak hingga Tewas: Sik Onok Wong Tuo Mendem

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 24 Nov 2022 18:44 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Seorang ibu kandung di Surabaya tega berulang kali menganiaya anaknya yang masih berusia 6 tahun hingga tewas. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun prihatin atas kasus tersebut.

Terlebih beberapa waktu lalu Eri sudah mengusulkan kepada Unicef untuk menjadikan Kota Pahlawan sebagai Kota Layak Anak Dunia. Tak hanya prihatin, Eri juga tak habis pikir sebab, tak selayaknya seorang ibu menganiaya buah hatinya hingga meninggal. Bahkan seekor hewan pun tak sekeji itu.

"Ga trimo prihatin. Kok sik onok ae wong tuo mendem iku. Wong anak iku dilahirno. Macan iku ambek anake dilindungi, macan iku. Lah menungso seng duwe akal sehat, duwe ati kok sampek ngelakoni ngunu. Iki rodok ga karu-karuan. Ya mungkin kita harus mengembalikan mentalnya. Makanya kalau ditanya, kenapa sih sekolah kok memiliki pendidikan karakter? Ya karena ini. Kalau tidak punya pendidikan karakter, pinter matematika, kimia dan lainnya tok ya besok gak ada rasa itu," kata Eri kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (24/11/2022).

Eri menjelaskan pihaknya tidak bisa mengetahui dan menjangkau permasalahan setiap warga hingga di perkampungan. Oleh karena itu, ketika Surabaya sudah menjadi kota layak anak, maka apa saja yang dilakukan pemerintah ketika ada permasalahan hingga tahapannya apa saja.

"Yang disiapkan pemerintah ketika terjadi kekerasan itu seperti apa, pendampingan, Puspaga. Itu yang dilakukan pemerintah, itulah yang menjadi kota layak anak. Tapi ketika ada kasuistis yang modelnya seperti ini, ya akan terjadi. Di kota mana pun pasti akan ada, meskipun di luar negeri kota layak anak ya tetap ada kejadian seperti itu. Karena apa? Namanya manusia. Tapi apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi itu, itu yang kita siapkan," jelas Eri.

Selain itu, pihaknya juga tengah menggerakkan Puspaga di masing-masing RW. Sehingga kampung dijaga oleh masyarakat yang bersinergi dengan pemerintah, dan dapat menjadi kota layak anak.

"Sehingga, anak keluar sinau bareng, ngaji bareng di balai RW, itu salah satu menciptakan kota layak anak. Karena anak berani keluar ke balai RW, orang tua ikut jaga, akhirnya semua elemen ikut menjaga dan itulah kota layak anak," ujarnya.

Akan tetapi, ketika terjadi kasuistis seperti kekerasan terhadap anak kandung hingga tewas, tentunya bisa terjadi di semua kota layak anak. Sebab, permasalahan terjadi pada pribadi manusia tersebut.

"Di mana pun seluruh kota layak anak akan terjadi satu, dua. Karena itu pribadinya, pemerintah tidak bisa menjaga pribadi semua orang. Tetapi menyiapkan jika terjadi apa yang kita siapkan," pungkasnya.



Simak Video "Teganya Ibu di Lampung Injak Anak Sendiri Gegara Sakit Hati ke Suami"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)