Ganjaran Bagi Pembunuh Mahasiswa Kedokteran UB, Seumur Hidup di Penjara

Ganjaran Bagi Pembunuh Mahasiswa Kedokteran UB, Seumur Hidup di Penjara

Tim detikJatim - detikJatim
Sabtu, 12 Nov 2022 06:01 WIB
Terdakwa pembunuh mahasiswa UB saat menjalani persidangan online.
Terdakwa pembunuh mahasiswa UB saat menjalani persidangan online. (Foto: Istimewa/dok Jaksa)
Malang -

Ketua Majelis Hakim Guntur Nurhadi telah membacakan vonis bagi terdakwa Ziath Ibrahim Bal Biyd (37) di PN Kepanjen, Malang. Pria itu dipenjara seumur hidup atas pembunuhan keji terhadap mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Bagus Prasetya Lazuardi.

Ganjaran dari hakim sama sekali tidak berbeda dengan tuntutan jaksa yang berlapis. Pria itu dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 KUHP terkait pembunuhan, dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

"Terdakwa Ziath dipidana penjara hukuman seumur hidup," ujar Kasubsi Pidum Kejari Kepanjen Rendy Aditya Putra kepada detikJatim, Jumat (11/11/2022).

Menurut Rendy, pertimbangan majelis hakim tentang vonis pidana seumur hidup kepada terdakwa karena perbuatan Ziyath yang sadis menyebabkan korban Lazuardi meninggal, dan menyebabkan duka mendalam bagi keluarga korban.

"Karena perbuatan terdakwa dilakukan secara sadis. Serta perbuatan terdakwa menyebabkan duka yang mendalam bagi keluarga korban," tuturnya.

Karena alasan itu pula, kata Rendy, tidak ada hal-hal yang meringankan bagi pria warga Jalan Kyai Tamin, Kota Malang itu selama berlangsungnya 10 kali sidang dalam waktu kurang lebih 4 bulan di PN Kepanjen, Malang.

Ziyath telah membunuh Bagus Prasetya Lazuardi yang merupakan pacar anak tirinya dengan sadis pada April 2022. Ia membekap wajah pemuda itu dengan kantong plastik hingga korban kehabisan napas dan meninggal.

Jenazah korban sempat didiamkan selama 2 hari di mobil milik korban hingga akhirnya dibuang di Pasuruan. Namun, sepintar-pintarnya bangkai ditutupi baunya tetap tercium juga. Ziyath pun diciduk hingga diadili.

Selama persidangan itulah terungkap motif terdakwa membunuh korban dengan terencana. Selain untuk menguasai harta korban, terdakwa ternyata menaruh hati dan ingin menikahinya anak tirinya yang merupakan pacar korban.

Seiring vonis yang telah dijatuhkan, jaksa dari Kejari Kepanjen Malang dalam waktu dekat akan mengembalikan sejumlah barang bukti yang disita selama berlangsungnya proses pengadilan kepada keluarga.

Ada sejumlah uang milik korban yang dikuasai terdakwa, jam tangan, serta mobil Toyota Innova tempat pembunuhan terjadi. Sedangkan bukti lain seperti pakaian korban akan dimusnahkan.



Simak Video "Terkuak! Dokter Muda UB Tewas di Tangan Ayah Tiri Kekasihnya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)