Vonis Seumur Hidup Pembunuh Mahasiswa UB, Tak Ada Keringanan Selama Sidang

Vonis Seumur Hidup Pembunuh Mahasiswa UB, Tak Ada Keringanan Selama Sidang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 11 Nov 2022 15:32 WIB
Terdakwa pembunuh mahasiswa UB saat menjalani persidangan online.
Terdakwa pembunuh mahasiswa UB saat menjalani persidangan online. (Foto: Istimewa/dok Jaksa)
Malang -

Terdakwa pembunuh Mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya Bagus Prasetya Lazuardi, yakni Ziath Ibrahim Bal Biyd (37) telah mendengar vonis majelis hakim di Pengadilan Negeri Kepanjen, Malang. Ia divonis hukuman penjara seumur hidup. Tak ada yang meringankan vonis itu selama sidang.

Kasubsi Pidum Kejari Kepanjen Rendy Aditya Putra yang menyatakan bahwa dalam proses persidangan yang berjalan tidak ada hal-hal yang meringankan bagi terdakwa. Sebab, perbuatan terdakwa dinilai menimbulkan duka mendalam bagi keluarga.

"Tidak ada hal-hal yang meringankan bagi terdakwa dalam persidangan itu. Karena perbuatan terdakwa menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban," kata Rendy kepada detikJatim, Jumat (11/11/2022).

Vonis seumur hidup dibacakan Ketua Majelis Hakim Guntur Nurhadi di hadapan terdakwa yang merupakan warga Jalan Kyai Tamin, Kota Malang. Total sidang yang dijalani terdakwa secara daring sebanyak 10 kali dengan waktu kurang lebih 4 bulan.

Rendy mengatakan, putusan majelis hakim itu sudah sesuai dengan tuntutan jaksa dengan pasal berlapis. Yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 KUHP terkait pembunuhan, serta pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Pengadilan Negeri Kepanjen memberikan waktu selama tujuh hari bagi terdakwa setelah mendengarkan vonis pidana penjara seumur hidup yang telah dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim. Demikian juga bagi Jaksa Penuntut Umum.

"Kami jaksa penuntut punya waktu tujuh hari untuk bersikap. Tampaknya terdakwa menerima keputusan sidang. Terbukti terdakwa menerima sepenuhnya," ujar Rendy.

Terkait dengan putusan persidangan itu terdakwa dibebankan membayar biaya sidang sebesar Rp 2 ribu serta semua barang bukti pendukung persidangan seluruhnya dikembalikan kepada yang berhak.

Kasus pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB Bagus Prasetya Lazuardi oleh terdakwa Ziath Ibrahim Bal Biyd terjadi pada April 2022. Saat itu terdakwa datang ke rumah korban dengan alasan memberi oleh-oleh.

Korban diajak keluar memakai mobil Toyota Innova milik korban. Lalu di dalam mobil itulah pembunuhan terjadi. Terdakwa mengencangkan sabuk pengaman korban dan membekap seluruh kepala korban dengan kantong plastik hingga kurang lebih 7 menit korban meninggal karena kehabisan napas.

Selama sidang berlangsung motif terdakwa melakukan pembunuhan itu akhirnya terungkap. Selain untuk menguasai harta korban, terdakwa ternyata menaruh hati kepada anak tirinya yang merupakan pacar korban.



Simak Video "Terkuak! Dokter Muda UB Tewas di Tangan Ayah Tiri Kekasihnya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)