Apa Itu Perjanjian Pranikah dan Manfaatnya

Apa Itu Perjanjian Pranikah dan Manfaatnya

Dina Rahmawati - detikJatim
Senin, 03 Okt 2022 02:27 WIB
Husband and wife hands on wedding, holding flowers.
Ilustrasi/ Foto: Getty Images/Csondy
Surabaya -

Sebagian dari Anda pasti pernah mendengar tentang perjanjian Pranikah. Perjanjian ini bisa dipertimbangkan sebelum menikah.

Namun, masih banyak yang belum paham tentang perjanjian ini dan penerapannya. Karenanya, simak penjelasan tentang Perjanjian Pranikah berikut ini.

Perjanjian Pranikah

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan secara matang sebelum menikah. Salah satunya adalah perjanjian pranikah. Perjanjian pranikah adalah perjanjian perkawinan yang dibuat berdasarkan persetujuan antara kedua belah pihak.

Dengan membuat perjanjian perkawinan, calon atau pasangan suami istri punya kesempatan untuk saling terbuka. Keduanya dapat berbagi pendapat dan keinginan yang hendak disepakati, tanpa harus merugikan salah satu pihak.

Beragam keinginan yang telah disepakati itu tertuang dalam poin-poin perjanjian pranikah. Nantinya, perjanjian ini akan disahkan di notaris.

Perjanjian Pranikah dalam Undang-Undang

Dalam UU No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Pasal 29 disebutkan bahwa suami istri dapat mengadakan perjanjian tertulis sebelum pernikahan berlangsung. Perjanjian pranikah pun juga boleh dibuat setelah pernikahan berlangsung.

Hal ini sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 yang berbunyi:

"Pada waktu sebelum perkawinan dilangsungkan atau selama dalam ikatan perkawinan, kedua pihak atas persetujuan bersama dapat mengadakan perjanjian tertulis yang disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan, setelah mana isinya berlaku juga terhadap pihak ketiga sepanjang pihak ketiga tersangkut".

Perjanjian pranikah merupakan pilihan opsional yang sifatnya tidak wajib. Boleh dilakukan asal tidak melanggar asas-asas hukum, agama, dan kesusilaan.

Perjanjian Pranikah harus dibuat dalam Akta Notaris lalu didaftarkan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Perjanjian pranikah tidak dapat diubah, kecuali atas persetujuan kedua belah pihak.

Isi Perjanjian Pranikah

Perjanjian pranikah bertujuan untuk memperjelas harta, hak, serta kewajiban pasangan suami istri. Berikut isi perjanjian pranikah:

1. Harta dan Utang

Dalam perjanjian pranikah, terdapat pengaturan harta yang jelas dan kuat baik untuk suami maupun istri. Hal ini guna menghindari ketidakadilan atas pembagian harta. Selain itu, perjanjian pranikah juga akan mengatur masalah utang yang akan menjadi tanggungan bagi pihak yang membawa utang.

2. Hak dan Kewajiban

Selain harta, perjanjian pranikah juga mengatur hak dan kewajiban saat pernikahan berlangsung. Hak dan kewajiban ini nantinya harus dipenuhi oleh kedua belah pihak.

3. Anak

Perjanjian pranikah juga akan mengatur hak asuh anak apabila suami istri bercerai.

4. Kesepakatan

Perjanjian pranikah harus disetujui oleh kedua pihak tanpa ada paksaan. Sebab, perjanjian pranikah akan menjadi pengingat tentang komitmen terhadap hal-hal yang telah disepakati.

Manfaat Perjanjian Pranikah

Berikut sejumlah manfaat perjanjian pranikah:

  • Memisahkan harta kekayaan antara pihak suami dengan istri agar tidak bercampur.
  • Hutang yang dimiliki suami atau istri akan menjadi tanggung jawab masing-masing.
  • Apabila salah satu pihak bermaksud menjual harta kekayaannya, maka tidak perlu meminta persetujuan pasangan.
  • Menjamin keberlangsungan harta peninggalan keluarga.
  • Melindungi kepentingan istri apabila suami melakukan poligami.
  • Menghindari motivasi pernikahan yang tidak sehat.

Demikian informasi seputar perjanjian pranikah. Semoga bermanfaat ya!



Simak Video "Konser Westlife di Surabaya Obati Rindu Fan"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/sun)