Unggah Video Polisi Gagal Menggeledah, Pengacara Pengedar Pil Koplo Minta Maaf

Unggah Video Polisi Gagal Menggeledah, Pengacara Pengedar Pil Koplo Minta Maaf

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 20:29 WIB
hosnan taufik
Hosnan Taufik, pengacara pengedar pl koplo (Foto: Tangkapan layar)
Probolinggo -

Hosnan Taufik, pengacara tersangka pengedar pil koplo di Probolinggo, meminta maaf telah mengunggah video gagalnya polisi lakukan penggeledahan. Hosnan mengaku tak ada maksud negatif ke polisi dengan unggahan video tersebut.

"Saya meminta maaf. Dengan kasus ini kita ambil hikmahnya," ujar Hosnan dalam video permintaan maaf di akun medsosnya, Jumat (30/9/2022).

Hosnan mengaku mengunggah video tersebut hanya untuk hiburan semata. Hosnan mengatakan tidak ada maksud negatif dan merendahkan institusi kepolisian atas vidio viral yang di-uploud-nya kemarin.

"Tidak ada maksud negatif meng-upload video yang viral ini untuk institusi kepolisian. Ini video lama sekitar 5 bulanan, tidak ada maksud merendahkan satuan reskoba dan kasat narkoba," kata Hosnan.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan bahwa memang ada unggahan video tersebut. Dan pengacara yang mengunggah video telah meminta maaf.

"Pihak yang meng-upload video yang viral itu mengatakan tidak ada maksud negatif dan multitafsir," ujar Arsya.

Arsya mengatakan selain sudah meminta maaf, video itu juga sudah dihapus oleh pengunggahnya. Arsya menambahkan apa yang dilakukan Hosnan tidak akan berlanjut ke proses hukum.

"Karena sudah meminta maaf dan video sudah di-take down di medsosnya. Kita mengedepankan restorative justice," tandas Arsya.

Sebuah video penangkapan pengedar pil koplo di Probolinggo diunggah di media sosial. Pengunggah video itu adalah pengacara dari pengedar pil koplo.

Video itu memperlihatkan petugas Satreskoba Polres Probolinggo mendatangi rumah AF, seorang pengedar pil koplo, di Desa Gunung Geni, Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Petugas datang untuk melakukan penggeledahan rumah AF.

AF sendiri sudah diamankan. Namun saat melakukan tugasnya, polisi dihalangi puluhan warga dan pengacara AF. Mereka adu mulut. Pengacara meminta surat perintah penyelidikan.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada 17 Juni 2022 atau sekitar 5 bulan lalu. Karena mendapat halangan tersebut, polisi pun balik kanan, penggeledahan gagal.

Pada akhirnya polisi dapat melakukan penggeledahan keesokan harinya dengan membawa personel yang lebih banyak. Hasilnya adalah 28 ribu butir pil koplo.

Arsya mengatakan tersangka AF sendiri dijerat dengan Pasal 197 Sub Pasal 196 Indang - Undang RI nomer 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana maksimal 10 tahun penjara.



Simak Video "Polresta Yogyakarta Sita 170 Ribu Pil Koplo, Mayoritas Pembeli Pelajar"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)