Candu Film Porno di Balik Kasus Siswa SD Cabuli Adik Kelasnya

Candu Film Porno di Balik Kasus Siswa SD Cabuli Adik Kelasnya

Tim detikJatim - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 07:03 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Foto: Zaki Alfarabi / detikcom
Nganjuk -

Seorang siswa kelas 5 SD di Nganjuk mencabuli adik kelasnya yang baru duduk di kelas 1 SD. Terduga pelaku yang berumur 11 tahun merupakan warga Kecamatan Baron, Nganjuk. Sedangkan korbannya berusia 7 tahun yang masih duduk di kelas 1 SD.

"Kejadian Selasa 20 September 2022, infonya di salah satu lapangan di Kecamatan Baron. Waktunya sekitar pukul 14.00 WIB," ujar Kasat Reskrim Polres Nganjuk I Gusti Agung Ananta kepada detikJatim, Kamis (29/9/2022).

Pencabulan berawal saat korban sedang bermain bersama kakaknya dan satu temannya di sebuah lapangan di Kecamatan Baron. Si kakak kemudian pergi meninggalkan mereka dan bermain dengan teman lainnya.

Kemudian datang pelaku. Pelaku lalu 'mengusir' teman korban dengan cara menyuruhnya mengambil minum.

"Jadi awalnya pelaku bermain bersama korban dan kakak korban di lapangan. Kakak korban kemudian pergi lalu pelaku datang. Pelaku kemudian meminta teman korban untuk mencari air minum," kata Gusti.

"Jadi modusnya meminta teman korban pergi cari air minum agar lokasi sepi," kata Gusti.

Saat korban duduk jongkok, pelaku menendang kepala korban sebanyak dua kali hingga korban pingsan. Saat korban pingsan itulah pelaku melakukan pencabulan. Usai melakukan pencabulan pelaku meninggalkan korban.

Usai sadar dari pingsannya, korban lalu mencari keberadaan kakaknya dalam kondisi tidak memakai celana baik celana dalam dan celana pendek. Setelah bertemu kakaknya, korban mengajaknya pulang.

Saat sampai rumah itulah orang tua korban mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dengan anaknya dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

Polisi menyebut pelaku nekat melakukan pencabulan itu karena kerap menonton film porno.

"Jadi pengakuan pelaku sering nonton video porno bersama temannya (seusia). Termasuk nonton video porno bersama kakak korban," kata Gusti.

Menurut Agung, selain kerap menonton film porno, pelaku juga didorong oleh teman-temannya agar mau mempraktikkan apa yang ada di dalam film.

"Jadi selain karena pelaku sering nonton video porno juga dapat iming-iming dari salah satu teman bermain. Teman bermain ini merayu jika pelaku mau rasakan enak untuk mencoba," terang Gusti.



Simak Video "Bejat! Pengasuh Ponpes di Banjarnegara Cabuli 7 Santri Pria"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)