8 Petani di Ngawi Tewas Akibat Jebakan Tikus Beraliran Listrik Selama 2022

8 Petani di Ngawi Tewas Akibat Jebakan Tikus Beraliran Listrik Selama 2022

Sugeng Harianto - detikJatim
Sabtu, 24 Sep 2022 23:57 WIB
jebakan tikus listrik di sawah
Polisi berpatroli agar tak ada lagi petani tewas akibat jebakan tikus beraliran listrik. (Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)
Ngawi -

Sejak Januari hingga September, sudah ada 8 petani yang meninggal dunia akibat jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan Ngawi. Polisi meminta jajarannya untuk berpatroli agar tidak sampai ada korban lagi.

"Tahun ini mulai Januari ada 8 korban meninggal dunia akibat jebakan tikus listrik. Kami tegaskan jangan sampai ada temuan lagi kasus baru korban jebakan tikus di Ngawi. Kami akan berikan sanksi tegas kepada Kapolsek jika masih ada temuan korban lagi," kata Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera kepada detikJatim Sabtu (24/9/2022).

Dwiasi meminta semua Kapolsek di wilayah Ngawi untuk melakukan patroli setiap siang dan malam di persawahan. Jika ada temuan warga memasang jebakan tikus beraliran listrik, maka akan diberi sanksi.

"Kami imbau semua Polsek agar setiap hari melakukan patroli di sawah agar tidak ada petani yang memasang jebakan tikus beraliran listrik," papar Dwiasi.

Dwiasi lantas mengimbau kepada Bhabinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi kepada para petani. Tujuannya agar petani membasmi tikus dengan alat yang ramah lingkungan.

"Kami juga imbau agar semua Bhabinkamtibmas untuk sosialisasi kepada petani untuk melakukan sistem ramah lingkungan dalam membasmi tikus.

Kapolsek Mantingan AKP Tulus Adhi Sanyoto juga mengaku telah melarang petani setempat untuk memasang jebakan tikus listrik. Selain itu, pihaknya sekaligus menyosialisasikan penggunaan pupuk organik yang dinilai lebih sehat hasil panen.

"Kami setiap hari patroli siang malam dan sosialisasi larangan jebakan tikus dengan listrik. Juga menyarankan pakai pupuk organik, mendorong petani meningkatkan swasembada pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan dan keamanan pangan," terang Tulis.

Data yang dihimpun detikJatim, terdapat peningkatan temuan kasus korban jebakan tikus di Ngawi sejak tahun 2018. Yakni tahun 2018 dan 2019 masing-masing ada 3 kasus yang meninggal dunia. Kemudian, jumlah kasus terbanyak adalah tahun 2020, yakni mencapai 13 petani meninggal dunia dan menjerat 5 tersangka petani.

Sedangkan tahun 2021 angka menurun menjadi 7 orang meninggal dunia dan menjerat 1 tersangka. Tahun 2022 ini ada 8 petani meninggal dunia sejak Januari hingga September ini.



Simak Video "Kembali Ke Alam, Hidup Damai Bersam Rusa, Ngawi"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/dte)