Rekayasa Barang Bukti Tersangka Sabu di Mojokerto Tak Terbukti

Rekayasa Barang Bukti Tersangka Sabu di Mojokerto Tak Terbukti

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Jumat, 23 Sep 2022 21:03 WIB
sidang praperadilan kasus barang bukti narkoba
Sidang praperadilan kasus barang bukti narkoba di Pengadilan Negeri Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Rekayasa barang bukti sabu yang dilakukan anggota Satreskoba Polres Mojokerto Kota terhadap tersangka Dewi Setiyaningsih (34), ternyata tidak terbukti. Pengadilan menyatakan penangkapan, penggeledahan dan penahahan Dewi sudah sah menurut hukum.

Fakta tersebut terungkap dalam sidang vonis praperadilan di Ruangan Candra Pengadilan Negeri Mojokerto. Praperadilan ini diajukan Dewi melalui kuasa hukumnya, Warti Ningsih. Sedangkan Kasat Reskoba Polres Mojokerto Kota AKP Edi Purwo Santoso sebagai termohon.

Sidang kali ini dipimpin hakim tunggal Sufrinaldi mulai sekitar pukul 14.00 WIB. Tersangka Dewi diwakili kuasa hukumnya di ruangan sidang. Sedangkan pihak termohon terlihat hadir di lokasi. Pembacaan putusan berlangsung sekitar 20 menit saja.

Hakim Sufrinaldi menyatakan penangkapan, penggeledahan dan penahanan tersangka Dewi yang dilakukan anggota Satreskoba Polres Mojokerto sudah sah menurut hukum. Yaitu sesuai ketentuan pasal 16-19 KUHAP untuk penangkapan, pasal 32 KUHAP untuk penggeledahan dan pasal 20 ayat (1) KUHAP untuk penahanan.

Berdasarkan bukti-bukti yang dihadirkan di persidangan praperadilan, setiap tahapan tersebut disertai surat perintah yang juga diserahkan kepada keluarga tersangka. Oleh sebab itu, Hakim Sufrinaldi menolak permohonan praperadilan yang diajukan Dewi.

"Mengadili, menyatakan menolak permohonan praperadilan pemohon (Dew) untuk seluruhnya. Membebankan biaya perkara kepada negara," kata Hakim Sufrinaldi ketika membacakan putusan praperadilan, Jumat (23/9/2022).

Dalam sidang praperadilan ini, Kasat Reskoba Polres Mojokerto Kota menyatakan tidak merekayasa barang bukti sabu bagi Dewi menjadi 1,44 gram. Barang bukti sabu yang disita dari tersangka tetap 0,28 gram. Sedangkan uang milik tersangka ketika ditangkap hanya Rp 1 juta lebih.

Dari jumlah itu, Rp 1 juta digunakan membeli sabu 2 paket masing-masing 0,58 gram untuk memancing penjual yang biasa menyuplai Dewi. Sisa uang beserta dompet tersangka telah dikembalikan kepada keluarganya. Sayangnya, polisi gagal meringkus penjual sabu karena pengiriman dengan sistem ranjau.

Kuasa Hukum Dewi, Warti Ningsih mengaku kecewa terhadap putusan praperadilan PN Mojokerto. Pihaknya akan mengawal perkara peredaran sabu yang menjerat kliennya meski tidak terbukti terjadi rekayasa barang bukti sabu.

"Sebetulnya saya merasa kecewa tentunya. Namun, kami menghormati putusan hakim. Soal barang bukti sabu, polisi sudah mengakui 0,28 gram, bukan 1,44 gram, tapi nanti tetap akan kami kawal," jelasnya.

Selain itu, Warti berencana melayangkan surat ke Kapolda Jatim untuk meminta perlindungan hukum bagi kliennya. Khususnya terkait uang Rp 3,5 juta milik Dewi yang menurutnya belum dikembalikan oleh polisi. Uang itu diperoleh tersangka dari menagih orang yang tak ada kaitannya dengan narkotika. Karena Dewi juga menjadi tukang kredit barang-barang elektronik.

"Mungkin kami akan mengirim surat ke Bapak Kapolda. Minta perlindungan hukum terkait dompet berisi uang Rp 3,5 juta yang sampai sekarang belum diberikan. Dompetnya sudah dikembalikan kepada tersangka, cuman isinya Rp 3,5 juta belum, itu menurut keterangan tersangka," tandasnya.



Simak Video "Duduk Bareng Jokowi, Petani Tebu di Mojokerto Curhat soal Harga Pupuk"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)