Berkas Penistaan Agama Tak Juga P21, Pelapor Soroti Kejari Gresik

Berkas Penistaan Agama Tak Juga P21, Pelapor Soroti Kejari Gresik

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Kamis, 22 Sep 2022 20:03 WIB
kejari gresik
Kejari Gresik (Foto: Jemmi Purwodianto)
Gresik -

Hampir 3 bulan berlalu, berkas perkara penistaan agama pernikahan manusia dengan domba masih belum juga dinyatakan lengkap atau P21. Belum P21 kasus pernikahan nyeleneh itu disebabkan Kejari Gresik mengembalikan berkas itu ke penyidik polisi untuk dilengkapi.

"P19 dilakukan kejaksaan selama dua kali. Dan dua kali ini memakan waktu yang lama sejak bulan Juli sampai September. Itu tiga bulan sudah sangat lama," kata pelapor kasus tersebur, Abdullah Syafii, Ketua Wong Cerdas (WC) Gresik, Kamis (22/9/2022).

Syafii juga sangat menyayangkan lambatnya penanganan berkas perkara penistaan agama. Padahal kasus tersebut sudah menjadi isu nasional hingga mendapat kecaman dari berbagai pihak. Ditambah lagi, empat tersangka Nur Hudi Didin Arianto (anggota DPRD Gresik, red), Saiful Arif, Arif Saifullah dan Sutrisna alias Krisna saat ini sudah tidak lagi ditahan.

"Perkara ini kan bukan perkara yang sulit, bukan perkara yang sumir. Niat ada, pelaku ada, saksi ada, video ada semua. Tapi kenapa kejaksaan membutuhkan waktu yang lama," tambah Syafii.

Menurut Syafii ada kejanggalan di Kejari Gresik. Itu setelah pihaknya mendapat informasi bahwa kejaksaan memberikan petunjuk ke kepolisian untuk mendapatkan keterangan saksi ahli yang bergelar profesor.

"Pertanyaan kami, adakah aturan tentang itu. Pihak penyidik sudah memenuhi saksi ahli pidana dari Unair. Dan itu adalah sudah S3, lulusan S3 itukan doktor. Dan ini dari universitas ternama dan beliau juga akademisi dan siap hadir dalam persidangan. Yang penting kan itu," tutur Syafii.

Menurut Syafii, hal tersebut sudah memenuhi dan cukup untuk kelengkapan berkas. Selain saksi ahli itu sudah bergelar doktor dan seorang akademisi hukum, saksi ahli tersebut berasal dari perguruan tinggi ternama di Indonesia yakni Universitas Airlangga (Unair).

"Tapi kenapa masih disanksikan dengan dalih khawatir tersangka menghadirkan saksi ahli bergelar profesor saat persidangan. Apa JPU takut bertarung di persidangan untuk membuktikan kasus ini ada tindak pidananya atau tidak. Dari kejanggalan - kejanggalan tersebut, kami bertanya ada apa di kejaksaan," tutup pria yang juga seorang pengacara tersebut.

Kasi Pidum Kejari Gresik Ludy Himawan tak membantah jika berkas perkara penistaan agama itu masih dikembalikan ke Polres Gresik. Sebab masih ada berkas yang perlu dilengkapi sebelum berlanjut di persidangan.

"Kita belum terima berkas perkara kembali dari Polres. Berkas kita terima tanggal 5 September 2022 kita kembalikan tanggal 14 sept 2022, itu masih sesuai SOP. Kalau untuk kewenangan masih di Penyidik Polres. Silakan ditanyakan ke Penyidik Polres Gresik," kata Ludy.

Mengenai kekurangan berkas itu, Ludy tidak membeberkan materi apa saja yang kurang lengkap. Sebab hingga saat ini masih kewenangan penyidik Polres Gresik.

"Jika saya yang sampaikan dikhawatirkan saya menggiring opini, karena sekali lagi saya sampaikan bahwa ini masih kewenangan penyidikan. Kita berharap teman-teman penyidik dapat bekerja optimal memenuhi isi petunjuk," jelas Ludy.



Simak Video "M Kace Terdakwa Penistaan Agama Jalani Sidang Vonis Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)