Pengacara Crazy Rich Surabaya Buka Suara soal Menang Gugatan 1,1 Ton Emas

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 24 Agu 2022 19:07 WIB
Konglomerat Budi Said yang menggugat Antam 1,1 ton emas
Crazy Rich Surabaya Budi Said menang gugatan 1,1 ton emas. (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Crazy Rich Surabaya Budi Said menang gugatan atas PT Antam. PT Antam diharuskan membayar emas batangan seberat 1,1 ton atau 1.136 kilogram dan Rp 92 M kepada Budi.

Kuasa Hukum Budi Said, Ening Swandari buka suara mengenai putusan ini. Ening mengaku belum menerima salinan putusan resmi perihal tersebut.

"Hingga hari ini, Bapak Budi (Said) dan kami kuasa hukum, belum menerima rilis pemberitahuan isi putusan maupun salinan resminya sebagaimana yang termuat pada informasi perkara Mahkamah Agung tersebut. Salam," jawab Ening singakt saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (24/8/2022).

Lalu, ketika disinggung langkah selanjutnya perihal putusan itu, Ening tak memberikan tanggapan.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) memenangkan Budi Said dan memutuskan PT Antam harus membayar uang senilai Rp 92.092.000.000. Hal tersebut tersurat dalam isi putusan majelis hakim MA dalam laman resmi Mahkamah Agung RI pada Selasa (23/8/2022) kemarin.

Putusan tersebut tercantum dalam sidang perkara kasus dengan nomor register 1666 k/pdt/2022. Amar putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada upaya banding, kasasi, dan peninjauan kembali.

Putusan ini menguatkan putusan PN Surabaya yang menghebohkan publik pada awal tahun 2021. Yakni PN Surabaya menghukum PT Antam selaku tergugat untuk membayar kerugian materil sebesar Rp 817.465.600.000. Jika tidak mau membayar dalam bentuk uang, Antam diwajibkan menyerahkan emas batangan seberat 1.136 kg kepada penggugat.

Untuk diketahui, kasus ini berawal saat Budi Said bertemu pimpinan Antam Surabaya dan berlanjut pembelian emas pada tahun 2018. Budi kemudian melakukan transaksi dengan 73 kali transfer ke rekening PT Antam. Total harga emas yang dibayar Rp 3,9 triliun atau setara 7 ton emas.

Namun Budi baru menerima 5.935 kg emas. Sisanya sebanyak 1.136 kg emas tidak kunjung dikirim. Akhirnya, Budi mempidakana kasus itu dan juga jalur perdata. Kasus pun bergulir ke pengadilan.

Merasa dirugikan, konglomerat yang memiliki perusahaan properti di Surabaya itu menggugat sejumlah pihak. Yakni:

1. PT Aneka Tambang Tbk, (atau disingkat PT ANTAM TBK) sebagai Tergugat I
2. Endang Kumoro sebagai Tergugat II
3. Misdianto sebagai Tergugat III
4. Ahmad Purwanto sebagai Tergugat IV
5. Eksi Anggraeni sebagai tergugat V

Lantas, hakim pun menyatakan bahwa Endang dihukum 2,5 tahun penjara, Misdianto 3,5 tahun penjara, dan Ahmad Purwanto 1,5 tahun penjara.



Simak Video "Maling Motor di Surabaya Gentayangan, Nih Buktinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/dte)