Konflik Pesulap Merah vs Dukun Masih Membara, Polda Jatim Jadi Tempat Laporannya

Konflik Pesulap Merah vs Dukun Masih Membara, Polda Jatim Jadi Tempat Laporannya

Tim detikNews - detikJatim
Selasa, 23 Agu 2022 05:02 WIB
Pesulap Merah Tampil Nyentrik, Intip Potretnya Saat Kulineran
Pesulap Merah dilaporkan ke Polda Jatim (Foto: Instagram marcelradhival1)
Surabaya -

Selain dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan, rupanya pesulap merah juga dilaporkan ke Polda Jatim oleh perkumpulan dukun. Pesulap merah dilaporkan oleh LSM Tabib Paranormal Hipnoterapi Dukun Indonesia (TPHDI).

LSM ini melaporkan YouTuber bernama asli Marcel Radhival itu atas dugaan ujaran kebencian.

Teguh Puji Wahono kuasa hukum LSM TPHDI mengatakan bahwa kliennya bernama Agus Arianto selaku Ketua Divisi Intel LSM TPHDI telah melaporkan pesulap merah ke Polda Jatim pada Kamis (18/8).

"Iya benar, klien kami sudah buat laporan di Polda Jatim, itu yang kami laporkan atas UU ITE Pasal 28 Ayat 2 juncto 45 a tentang Ujaran Kebencian kepada suatu kelompok," kata Teguh kepada detikJatim, Senin (22/8/2022).

Teguh menambahkan saat ini laporan terhadap pesulap merah masih dalam tahap pengaduan masyarakat. Ada beberapa barang bukti yang perlu disertakan saat melengkapi berkas laporan ke Polda Jatim.

"Barang buktinya video (di media sosial) Marcel yang dengan sadar, dengan sengaja dia mengucapkan, mengejek bahwa 'Dukun itu ada dua: kalau enggak nipu, cabul'," kata Teguh.

Hingga saat ini pihak pelapor masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

Marcel sendiri sebelumnya telah dilaporkan oleh persatuan dukun Indonesia ke Polda Metro Jaya.

"Iya, benar, laporannya ada tanggal 10 (Agustus) kemarin," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Yandri Irsan saat dihubungi, Sabtu (13/8/2022).

Yandri mengatakan pelapor bernama Agustiar. Pelapor mengaku sebagai perwakilan persatuan dukun di Indonesia.

Dalam laporannya tersebut, pelapor melaporkan Pesulap Merah atas dugaan pelanggaran ITE.

"Ada satu yang mengatasnamakan dia (pelapor) sebagai yang mewakili persatuan dukun Indonesia, melaporkan terkait postingan di media sosial, di YouTube, di Instagram, yang menyudutkan dukun-dukun. Ini berdasarkan laporan mereka ya bahwa dalam postingan terlapor disebut dukun-dukun tukang tipu. Itu dasar mereka membuat laporan polisi," terang Yandri.



Simak Video "Kerap Diancam Sejak Viral, Pesulap Merah: Nggak Pernah Takut"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)