Syahwat ke Remaja Laki-laki Jadikan Pejabat Kejari-Muncikari Tersangka Sodomi

Tim detikJatim - detikJatim
Sabtu, 20 Agu 2022 06:05 WIB
Kantor Satreskrim Polres Jombang tempat AH diperiksa
Satreskrim Polres Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Status kasus sodomi di Jombang meningkat dengan ditetapkannya Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro AH menjadi tersangka. Jabatan AH pun langsung dicopot begitu terbelit kasus asusila itu.

Selain AH, polisi juga menetapkan satu lagi tersangka. Tersangka kedua ini adalah remaja usia 17 tahun yang berperan sebagai muncikari.

""Sampai dengan hari ini kami sudah menetapkan dua orang tersangka. Yang pertama saudara AH dan tersangka kedua (muncikari) anak di bawah umur," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha kepada wartawan di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Jumat (19/8/2022).

Giadi mengatakan kasus ini berawal dari laporan orang tua korban. Korban sendiri merupakan remaja usia 16 tahun. Dan muncikari yang jadi tersangka adalah kakak kelas korban. Mereka belajar di sekolah menengah yang sama.

Setelah menerima pengaduan orang tua korban, lanjut Giadi, piket Satreskrim Polres Jombang bersama anggota Polsek Jombang langsung melakukan pencarian terhadap korban. Remaja laki-laki berusia 16 tahun itu membawa alat komunikasi dan sempat menghubungi orang tuanya. Namun, saat itu korban tidak memberi tahu lokasinya.

Sehingga polisi menyisir wilayah Jombang kota. Saat melintas di Jalan Gus Dur, petugas menemukan sepeda motor korban di area parkir Hotel Sentral. Setiap kamar hotel tersebut pun diperiksa polisi.

Benar saja, korban ditemukan bersama AH di sebuah hotel kelas melati di Kecamatan Jombang. Polisi masih mendalami tarif praktik prostitusi ini.

"(Tarifnya berapa?) Nanti kami sampaikan dalam rilis selanjutnya karena masih dalam pendalaman," terang Giadi.

AH dan dua remaja laki-laki itu, lanjut Giadi, langsung diamankan polisi ke Satreskrim Polres Jombang. Ketiganya diamankan dalam kondisi mabuk. Baru setelah itu orang tua korban membuat laporan resmi. Polisi telah melakukan olah TKP di kamar hotel yang menjadi tempat AH diduga mencabuli korban.

"Orang tua korban membuat laporan polisi karena tidak terima anaknya tidak pulang dan diduga menjadi korban tindak pidana. Kami melakukan penyelidikan dan penyidikan," jelasnya.

Polisi telah menetapkan AH sebagai tersangka pencabulan anak di bawah umur. Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif ini diduga mencabuli remaja laki-laki yang baru berusia 16 tahun. Pria beristri asal Jombang ini dijerat dengan pasal 82 juncto pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Remaja berusia 17 tahun yang berperan sebagai mucikari juga ditetapkan sebagai tersangka. Remaja asal Jombang ini dijerat dengan pasal 88 juncto pasal 76i UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Pemeriksaan kedua tersangka hari ini berlangsung di Unit PPA Satreskrim Polres Jombang.

AH dan remaja berusia 17 tahun itu akan ditahan di Rutan Polres Jombang setelah diperiksa sebagai tersangka. Polisi juga masih mendalami dugaan penyekapan yang dilakukan AH terhadap korban di kamar hotel.



Simak Video "Bejat! Tukang Cukur Rambut di Gorontalo Sodomi Anak di Bawah Umur"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)