Sakit Hati-Dendam Bikin Tetangga Gelap Mata Nekat Habisi Kakek di Pasuruan

Tim detikJatim - detikJatim
Selasa, 16 Agu 2022 19:23 WIB
Pelaku pembunuhan kakek di Pasuruan
Pelaku pembunuhan kakek di Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)
Pasuruan -

Seorang kakek bernama Saki (60) ditemukan tewas tergeletak penuh luka di Jalan Jenderal S Parman, Panggungrejo, Kota Pasuruan. Awalnya, ia disebut tewas akibat kecelakaan. Namun, polisi akhirnya menangkap pelaku pembunuhan Saki yang tak lain adalah tetangga dekat korban.

Pelaku yakni MA (29). Ia telah diamankan polisi pada Minggu (14/8). MA mengakui telah membunuh korban. Kepada polisi ia mengaku tega menghabisi korban karena sakit hati sering dihina.

Tersangka merupakan tetangga yang rumahnya berhadapan dengan rumah korban. Berdasarkan keterangan tersangka, ia tidak terima atau sakit hati dengan korban. Alasannya, karena kedua orang tua dan keluarganya sering dihina dengan perkataan yang tidak senonoh oleh korban.

MA juga mengaku dirinya pernah ditantang carok oleh korban. Akhirnya, keduanya sempat bertengkar seminggu sebelum kejadian.

"Puncaknya, seminggu sebelum kejadian korban dan tersangka bertengkar atau perang mulut. Kemudian didamaikan warga," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti, saat rilis di Mapolres Pasuruan, Selasa (16/8/2022).

Awalnya sang kakek dikira korban kecelakaan, ternyata kakek Saki menjadi korban pembunuhan. Untuk menyembunyikan aksinya, pelaku sempat membuang pisau yang digunakan menusuk korban.

Pelaku pembunuhan kakek di PasuruanPelaku pembunuhan kakek di Pasuruan Foto: Muhajir Arifin/detikJatim

"Tersangka sempat kabur, bersembunyi. Pisaunya juga dibuang," imbuh Bima.

Bima juga membeberkan kronologi pembunuhan keji itu. Pembunuhan itu dilakukan saat korban pulang dari masjid.

"Minggu (14/8/2022) sekitar jam 16.30 WIB, tersangka melihat korban pergi ke Masjid Jamik Kota Pasuruan dengan menggunakan sepeda angin. Tersangka kemudian menyiapkan segala perlengkapannya," kata Bima.

Pada pukul 19.00 WIB, tersangka pergi ke sebuah jalanan tepatnya di sebelah lapangan. Di mana lokasi tersebut adalah tempat yang sepi. Sekiar 20 menit kemudian, tersangka melihat korban melintas dari arah selatan. Tersangka turun dari sepeda motor untuk mengadang korban, kemudian tersangka langsung melakukan kekerasan.

"Tersangka menusuk, menyayat, memukul dan menendang korban hingga tidak berdaya kemudian tersangka meninggalkan korban," imbuhnya.

Tak hanya itu, Bima mengatakan, tersangka sudah menyiapkan aksi ini tiga hari sebelumnya. Ia juga sudah menyiapkan senjata tajam berupa pisau badik.

Penyesalan tersangka ingin minta maaf ke keluarga korban, di halaman selanjutnya!