Kabar Nasional

Buka-bukaan Deolipa soal Sosok 'Jenderal' yang Tak Ingin Dia Buka Informasi

Tim detikNews - detikJatim
Sabtu, 13 Agu 2022 21:37 WIB
Eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara (Silvia/detikcom)
Eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara menunjukkan bukti WA soal sosok 'Jenderal' di balik pencabutan status dirinya sebagai pengacara Bharada E.(Silvia/detikcom)
Surabaya -

Ada sosok 'jenderal' yang membuat Bharada Richard Eliezer (Bharada E), mencabut kuasa Deolipa Yumara sebagai pengacaranya. Deolipa pun tak segan mengungkapkan hal ini ke publik.

Bahkan, Deolipa membawa bukti kertas dengan gambar tangkapan layar percakapan WhatsApp. Namun, ia tak mengetahui siapa sosok jenderal di balik ini.

"Nggak tahu saya (sosok jenderal yang membuat Bharada E cabut kuasanya), 'siap Jenderal', (berarti) jenderal, dong," kata Deolipa dilansir dari detikNews, Sabtu (13/8/2022).

Kertas ini berisi gambar tangkapan layar. Pesan tersebut dicetak besar di kertas HVS oleh Deolipa dan Boerhanuddin. Isinya, tampak ada pesan yang diteruskan.

Pesan ini diduga diketik oleh sosok 'jenderal'. Dalam pesannya, sang 'jenderal' keberatan terhadap sikap Deolipa, yang dinilai terlalu membuka informasi ke publik.

Si 'jenderal' juga mengatakan informasi yang Deolipa sampaikan ke publik bertolak belakang dengan BAP Bharada E.

Tak hanya itu, Deolipa juga mengaku dirinya sempat dipanggil Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Saat itu, oa diminta mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Bharada E.

"Sudah, sudah, saya dipanggil ke ruang Bareskrim. Iya (menolak mengundurkan diri sebagai pengacara Bharada E). Saya menolaklah. Saya pengacara lama, Pak Boerhan juga pengacara lama," katanya.

Namun, Deolipa tidak menyebutkan secara gamblang siapa yang dia temui saat dipanggil ke Bareskrim. Ia menduga, ada intervensi dalam pencabutan surat kuasanya sebagai pengacara Bharada E.

Deolipa menyebut, ada kode yang disampaikan Bharada E melalui tanda tangan di surat pencabutan kuasa tersebut.

"Tapi ada orang yang mengintervensi atau menyuruh sehingga dia (Bharada E) mencabut kuasa (saya sebagai pengacara)," kata Deolipa kepada wartawan.

"Karena dia ngasih kode nih ke saya, dia sampaikan, dia memberi kode, 'Bang Deoli, ini saya di bawah tekanan'," sambungnya.



Simak Video "Deolipa Gugat Bareskrim-Bharada E, Minta Fee Rp 15 M"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/dte)