Kabar Nasional

Skenario Terbongkar, 6 Pengakuan Sambo Usai Jadi Tersangka Kasus Brigadir J

Tim detikNews - detikJatim
Sabtu, 13 Agu 2022 12:59 WIB
Perkembangan Kasus Brigadir J: Sambo Minta Maaf-Bharada E Ganti Pengacara
6 pengakuan Irjen Ferdy Sambo usai jadi tersangka pembunuhan brigadir J. (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Skenario Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J telah terbongkar. Usai ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana, Sambo memberikan 6 pengakuan mengejutkan.

Saat ini, Sambo telah ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat (Jabar). Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (9/8/2022).

Sambo pun blak-blakan sejumlah hal soal pembunuhan berencana ini. Mulai dari isu pelecehan di rumah dinas, rekayasa skenario 'polisi tembak polisi', hingga motifnya dalam melakukan pembunuhan berencana.

Diketahui, ada empat tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Keempatnya yakni Ferdy Sambo, dua ajudan Sambo Brigadir Kepala Ricky Rizal dan Bharada Richard Eliezer (Bharada E), serta sopirnya Kuat Ma'ruf. Keempatnya dijerat Pasal 340 subsider 338 juncto 55, 56 KUHP.

6 pengakuan Ferdy Sambo usai jadi tersangka yang dilansir dari detikNews:

1. Ngaku Jadi Dalang Pembunuhan

Sambo ternyata mengakui jika dirinya merupakan dalang dalam kasus ini. Hal ini diungkapkan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik saat menyampaikan hasil pemeriksaan pihaknya atas Ferdy Sambo.

Taufan mengatakan, Ferdy Sambo mengakui perannya sebagai dalang pembunuhan ajudannya sendiri.

"Saya, Pak Anam dan Pak Beka tadi memeriksa saudara FS di suatu ruang khusus, yang dihadiri kami sendiri, dalam permintaan keterangan atau pemeriksaan tersebut," kata Taufan, Jumat (12/8).

"Beberapa hal yang tadi kami dapatkan, pertama adalah pengakuan saudara FS bahwa dia adalah aktor utama dari peristiwa ini," sambung Taufan.

2. Sambo Rancang Sendiri Skenario

Taufan menambahkan, Ferdy Sambo juga mengakui jika dirinya merancang sendiri rencana dan skenario pembunuhan Brigadir Yoshua. Dia juga sengaja melakukan disinformasi.

"Kedua dia mengakui bahwa, sejak awal dia lah yang melakukan langkah-langkah untuk merekayasa, mengubah atau mendisinformasi beberapa hal. Sehingga ada tahap-tahap awal misalnya yang terbangun konstruksi ceritanya, terus peristiwanya, tembak menembak," ucap Taufan.

"Tapi kemudian tadi diakuinya itu adalah hasil rancangan dia sendiri dan dia mengakui bahwa dia bersalah di dalam tindakannya yang merekayasa itu," imbuh Taufan.

3. Komunikasi Istri dan Sambo Sebelum Pembunuhan

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Chairul Anam, mengungkap Ferdy Sambo dan istrinya sempat terlibat pembicaraan sebelum Brigadir Joshua dibunuh. Anam tak menjelaskan soal percakapan yang dimaksud, namun dia menyebut perbincangan itu berpengaruh besar terhadap Sambo.

"Dalam rekaman yang kami dapatkan dari kurang lebih satu jam, yang kita juga tadi tanyakan apa yang terjadi dalam peristiwa itu. Dan ternyata memang ada komunikasi antara Sambo dan Ibu Sambo, sehingga memang mempengaruhi, sangat mempengaruhi peristiwa yang ada di TKP (rumah nomor 46)," jelas Anam.

Tiga pengakuan mengejutkan Ferdy Sambo lainnya, baca di halaman berikutnya!