Manajer Tebang Angkut PG Djombang Jadi Tersangka Ketiga Kecelakaan Kerja

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 13 Agu 2022 18:49 WIB
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha menetapkan 1 tersangka baru kecelakaan kerja PG Djombang (Foto file: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Polisi menetapkan satu tersangka baru dalam kasus kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan di Pabrik Gula (PG) Djombang Baru. Tersangka berinisial D menjabat Manajer Tebang Angkut Muat. Dengan begitu, tersangka kasus ini berjumlah 3 orang.

"Tersangka baru berinisial D, jabatannya Manajer Tebang Angkut Muat di PG Djombang Baru," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha kepada wartawan, Sabtu (13/8/2022).

Giadi menjelaskan, D ditetapkan sebagai tersangka ketiga dalam kasus kecelakaan kerja yang menewaskan Ali Imron (43), karyawaj PG Djombang Baru asal Desa Tampingmojo, Tembelang, Jombang. Ia dijerat dengan pasal 359 KUHP karena kelalaiannya merenggut korban jiwa.

"Pasalnya sama, pasal 359 KUHP. Karena dia yang mempunyai kewenangan melakukan pengecekan kinerja bawahannya," terangnya.

D merupakan atasan dari dua tersangka sebelumnya. Tersangka pertama dalam kasus ini adalah Ngateno (37), operator crane di PG Djombang Baru. Karyawan asal Desa Jabon, Jombang ini nekat mengoperasikan crane tanpa lisensi maupun pelatihan.

Tersangka yang sejatinya karyawan bagian transloading tebu belajar mengoperasikan crane secara autodidak. Kelalaiannya tersebut mengakibatkan kecelakaan kerja yang merenggut nyawa Ali.

Sedangkan tersangka kedua berinisial S, Asisten Manajer Tebang Angkut Muat PG Djombang Baru. Ia mempunyai kewenangan untuk melarang Ngateno mengoperasikan crane agar kecelakaan kerja itu tidak terjadi. Namun, ia tidak menggunakan kewenangan tersebut sehingga dinilai lalai dalam tugasnya.

Begitu juga dengan posisi D. Sebagai atasan dari Ngateno dan S, ia bertanggungjawab mengawasi kinerja mereka. Sehingga D juga mempunyai kewenangan untuk melarang Ngateno mengoperasikan crane tanpa lisensi dan pelatihan.

Namun, sampai saat ini polisi belum menahan D. Sedangkan tersangka Ngateno dan S sudah mendekam di Rutan Polres Jombang. Menurut Giadi, pihaknya akan lebih dulu memeriksa D sebagai tersangka sebelum melakukan penahanan.

"Panggilan pertama sudah kami layangkan, tapi dia masuk rumah sakit di Nganjuk. Panggilan kedua pekan depan kalau dia sudah sehat," tandasnya.

Sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi di PG Djombang Baru, Desa Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang pada Rabu (27/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Ngateno (37) mengoperasikan crane untuk memindahkan tebu dari truk ke lori di dalam pabrik.

Namun, seling baja atau wire rope crane tersangkut lori. Ngateno pun berusaha melepaskannya dengan mengayunkan crane ke kanan dan ke kiri. Tersangka biasa menggunakan cara itu untuk mengatasi masalah yang sama.

Saat itu, posisi Ali Imron di sebelah lori di bawah ayunan crane. Nahas, seling baja tersebut putus. Sehingga timbangan crane terjatuh menghantam kepala kiri korban. Ali sempat dirawat di rumah sakit sekitar 2 jam sebelum tewas.



Simak Video "Sopir yang Gagalkan Penangkapan Mas Bechi Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)