Eks Kadinsos Kediri Dituntut 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi BPNT Rp 1,5 M

Andhika Dwi - detikJatim
Kamis, 11 Agu 2022 20:42 WIB
Sidang tuntutan eks Kadinsos Kota Kediri
Foto: Sidang tuntutan eks Kadinsos Kota Kediri (Istimewa)
Kediri -

Sidang tuntutan kasus korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan terdakwa Triyono Kutut Purwanto dan Sri Dewi Roro Sawitri bergulir. Kedua terdakwa dituntut 8 tahun penjara dan 5 tahun penjara.

Triyono Kutut Purwanto merupakan mantan Kepala Dinsos Kota Kediri. Sedangkan Sri Dewi Roro Sawitri adalah koordinator pendamping Dinsos.

Sidang tuntutan digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kota Kediri Harry Rachmat saat dikonfirmasi membenarkan terkait pelaksanaan sidang tuntutan.

"Iya, tadi pagi pelaksanaan sidang tuntutan kasus penyaluran dana BPNT Dinas Sosial Kota Kediri tahun 2020 dan 2021. Selanjutnya ini akan dilanjutkan pada hari Kamis, 25 Agustus 2022 dengan agenda pembacaan pleedoi, " Kata Harry. Kamis (11/8/2022).

Menurut Harry, sidang digelar secara daring dari Ruang Candra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Surabaya. Kamis, (11/8) mulai pukul 09.30 WIB.

Jaksa menuntut terdakwa Triyono Kutut penjara selama 8 tahun dengan denda sebesar Rp 250 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka harus diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Terdakwa Triyono Kutut juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 618.223.750. Apabila tidak dibayar dalam waktu tiga bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta benda terdakwa dapat disita sebagai uang pengganti.

Dalam persidangan, disebutkan sejumlah barang bukti berupa tiga unit HP, tiga unit sepeda, dua unit sepeda motor dirampas untuk negara. Selain itu uang tunai dari terdakwa sebesar Rp 381.950.000 dirampas untuk disetorkan ke kas negara.

Sementara itu, JPU menuntut terdakwa Sri Dewi Roro Sawitri, selaku petugas pendamping penyaluran dana BPNT dengan pidana penjara selama 5 tahun penjara dengan denda senilai Rp 200 juta. Jika yang bersangkutan tidak membayarkan denda tersebut, harus diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan.

Sri Dewi Roro Safitri juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 317.436.875. Apabila tidak dibayar dalam waktu tiga bulan setelah putusan, harta bendanya akan disita sebagai uang pengganti. Selain itu, uang tunai senilai Rp 182.650.000 juga dirampas untuk disetor ke kas negara.

Selanjutnya, sidang perkara Tindak Pidana Korupsi Penyaluran Dana Bantuan Sosial berupa BPNT Dinas Sosial Kota Kediri Tahun 2020 dan 2021 ini akan dilanjutkan pada hari Kamis, 25 Agustus 2022 dengan agenda pembacaan pleedoi.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kota Kediri menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Mantan Kadinsos Kota Kediri berinisial TKP dan pendamping BPNT, SDR. Usai ditetapkan sebagai tersangka, keduanya langsung dilakukan penahanan pada Rabu (19/1/2022).



Simak Video "Ambil BLT Minyak Goreng Bonus Vaksinasi Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)