Anggunnya Napi Lapas Banyuwangi Peragakan Busana Desainer di Atas Catwalk

Ardian Fanani - detikJatim
Rabu, 10 Agu 2022 23:31 WIB
Aksi warga binaan fashion show di Lapas Banyuwangi
Foto: Aksi warga binaan fashion show di Lapas Banyuwangi (Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Layaknya seorang model profesional, warga binaan (napi) Lapas Kelas IIA Banyuwangi berlenggak-lenggok di atas catwalk. Mereka memperagakan busana dari desainer ternama di Banyuwangi.

Ajang yang dilombakan ini, menjadi semangat baru bagi warga binaan, meski penuh dengan keterbatasan. Acara Fashion show ini digelar Dalam rangka HUT ke 77 Kemerdekaan RI dan Hari Dharma Karya Dhika ke 77 Kementerian Hukum dan HAM RI.

Mengambil tema "Kreativitas Tanpa Batas di Tempat yang Terbatas" ini, para warga binaan memamerkan kostum desainer lokal Banyuwangi yang sudah menasional. Diantaranya, Ocha Laros Indonesia, Almira, Oktavian "dugongs", Isyam Samsi, Sanet Sabintang, Bubu Ramadhan dan masih banyak lagi.

Tanpa malu dan canggung, para warga binaan ini berlenggak-lenggok di atas catwalk. Layaknya model, mereka tampil apik memperagakan berbagai jenis kostum rancangan desainer Banyuwangi. Meski begitu, Dita salah satu warga binaan mengaku awalnya grogi.

"Sempat grogi sih tadi. Tapi Alhamdulillah tadi juara satu," ujar Dita, warga Binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi kepada detikJatim, Rabu (10/8/2022).

Dita mengaku dirinya baru pertama kali tampil menjadi model. Butuh waktu 2 minggu berlatih agar bisa menjadi model. Menurutnya, ajang ini sangat baik bagi warga binaan, karena mereka bisa menyalurkan bakat dan aspirasi meski mereka berada di tempat yang terbatas ini.

"Baru pertama kali ini. Latihan selama 2 minggu. Saya harap ajang seperti ini bisa berlanjut dan ini menjadi penyaluran bakat kami di dalam Lapas. Agar tidak jenuh dalam menjalani hukuman di penjara," ujar Dita.

Aksi warga binaan fashion show di Lapas BanyuwangiAksi warga binaan fashion show di Lapas Banyuwangi Foto: (Ardian Fanani/detikJatim)

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Wahyu Indarto mengatakan, ide ajang Fashion show Lapas Banyuwangi ini merupakan ide dari warga binaan Lapas sendiri. Oleh karena itu, pihaknya memberikan karpet merah inovasi dan kreativitas penghuni Lapas untuk menggelar kegiatan perdana seperti ini.

"Ini karena antusias warga binaan ingin menunjukkan bakat mereka. Mereka ingin bisa tampil seperti model. Kita gandeng beberapa desainer dan pelatih model untuk ajang ini," jelas Wahyu.

Meski warga binaan, lanjut Wahyu, ia memberikan apresiasi tinggi Sebab para warga binaan ini tampak seperti profesional.

"Artinya meski dibatasi dengan dinding tebal dan tinggi ini, warga binaan bisa berkreasi dan berinovasi dengan baik. Mereka tidak kalah dengan orang yang di luar Lapas. Tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak," kata Wahyu.

Ajang fashion ini sendiri mendapat dukungan penuh Pemkab Banyuwangi. Pemkab menilai ajang ini menjadi salah satu kegiatan kreatif di dalam Lapas. Selain untuk menghilangkan kejenuhan warga binaan juga akan menumbuhkan semangat dan kemampuan dalam bidang Fashion.

"Kegiatan positif menjadi virus positif, bisa menyebarkan semangat dan optimisme warga binaan untuk mengusir kejenuhan. Poin penting, adalah warga binaan mampu bersaing dengan orang yang diluar. Lapas menjadi tempat workshop bagi warga binaan untuk meningkatkan kapasitasnya setelah bebas nanti," ujar Dwi Yanto, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi.

Pihaknya berharap, tak hanya ajang Fashion show, kegiatan pendidikan diharapkan juga bisa masuk ke salah satu kegiatan di Lapas Banyuwangi. Agar nantinya, setelah bebas nanti, warga binaan bisa menyetarakan pendidikan lebih tinggi saat sebelum mereka menjalani hukuman.

"Kami juga mendorong adanya program kejar paket bagi warga binaan. Agar nanti lulus mereka punya kesetaraan pendidikan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya mereka masuk Lapas," pungkasnya.



Simak Video "Fashion Show Unik Keliling Desa Pakai VW Klasik"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)