Kesaksian Polisi di Sidang Pembunuhan Juragan Air Isi Ulang Surabaya

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 10 Agu 2022 21:41 WIB
Polisi bersaksi di sidang pembunuhan juragan air isi ulang di Surabaya
Foto: Polisi bersaksi di sidang pembunuhan juragan air isi ulang di Surabaya (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Sidang perkara pembunuhan Suyatio Alias Shien Chuan, juragan air isi ulang di ruko Jalan Manukan Tama digelar kembali. Sidang masih sama dengan agenda sebelumnya yakni pemeriksaan saksi.

Tiga orang saksi dihadirkan dalam sidang tersebut. Di antaranya 2 polisi yang mengungkap dan membongkar kasus tersebut, serta seorang tetangga korban, Michael Naga Saputra (33).

Dalam kesaksiannya, Michael mengatakan hanya melihat satu orang saja, yakni terdakwa Nurhuda. Ia sempat melihat terdakwa mematikan saklar listrik yang terletak di samping tembok sisi depan rumah korban.

Menurutnya, gerak gerik terdakwa sebelum membunuh hingga pasca pembunuhan sempat terekam CCTV miliknya. Namun, tak terpantau secara 100 persen.

"Di CCTV saya itu, yang jelas (terekam) di area rumah saya saja, kalau di situ (rumah korban) hanya 20 persen sampai 30 persen," kata Michael saat menyampaikan keterangan di Ruang Kartika, PN Surabaya. Rabu (10/8/2022).

Hal senada disampaikan polisi berinisial A. Saat itu, ia mengaku langsung menuju ke Jalan Raya Manukan Tama usai menerima laporan dugaan pembunuhan dari masyarakat.

"Awalnya kita ada laporan dari masyarakat, sekitar 06.30 WIB kita datangi TKP, setelah itu melakukan penyelidikan dan kita dapatkan CCTV seberang tokonya (milik Michael) dan kita temukan gambar terdakwa," tutur A.

Sementara, untuk lokasi kejadian, A menyebut saat itu sudah penuh dengan darah. Bahkan, ada 2 kubangan darah. Ditambah, 'cipratan' darah bertebaran di hampir setiap sudut ruangan.

"Pas saya di TKP, ada 2 kubangan darah dengan jarak sekitar 2 meter, di hampir seluruh ruangan (meja, kursi, etalase, kamar mandi, dan lain sebagainya) dengan lebar sekitar 8x8 ada tetesan darah semua. Lalu, mata korban terlihat terluka, penuh darah," tukasnya.

Bermodal rekaman CCTV, sendal, hingga senter itu lah, A dan timnya langsung memburu terdakwa. Namun, upayanya tak semudah membalik telapak tangan. Lantaran harus menanti hingga 40 hari.

"40 hari pasca-kejadian, kita baru tangkap dia (terdakwa), lengkap dengan kostum dan motor yang sama. Saat itu, kami tangkap (terdakwa) sekitar setengah kilometer dari TKP," kata dia.

Menurut A, saat melakukan aksinya, terdakwa mengaku membunuh seorang diri, Namun pihaknya tak percaya. Belakangan terdakwa juga dibantu satu orang lainnya yang kini ditetapkan sebagai DPO yang bertugas mengawasi rumah korban.

"Dia (terdakwa) sempat cerita sama temannya, lalu temannya ke Surabaya dan ikut, cuma posisinya dia tidak ke TKP, tapi hanya melihat dari jauh dan menggunakan motor sendiri-sendiri," tutur dia.

Mendengar keterangan para saksi, Nurhuda memanggut. Ia juga membenarkan seluruh keterangan yang disampaikan dalam sidang yang digelar secara offline itu. "Iya, benar yang mulia," jawab terdakwa.

Sebelumnya, diberitakan, seorang pria paruh baya ditemukan tewas di ruko di Jalan Manukan Tama, Manukan Kulon, Tandes pada tanggal 7 Januari 2022. Pria tersebut diketahui bernama Suyatio itu tewas di depan ruko yang ia huni bersama istrinya.

Ruko tersebut merupakan tempat isi ulang air mineral. Korban tewas menjadi korban pembunuhan karena ditemukan luka akibat senjata tajam. Pembunuhan itu dilakukan pada pukul 05.00 WIB oleh terdakwa dan Andre yang kini masih DPO.



Simak Video "Konser Westlife di Surabaya Obati Rindu Fan"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/abq)