Asa Mas Bechi Sidang Offline Akhirnya Dikabulkan Hakim PN Surabaya

Tim detikJatim - detikJatim
Selasa, 09 Agu 2022 09:37 WIB
Sidang Mas Bechi Digelar Terbuka untuk Umum
Sidang Mas Bechi digelar terbuka (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42), terdakwa kasus pencabulan dan pemerkosaan santriwati di Ponpes Shiddiqiyyah Ploso, Jombang, mendesak sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya digelar secara terbuka. Permintaan yang disampaikan melalui kuasa hukumnya itu akhirnya dikabulkan hakim.

Hakim mengizinkan sidang Mas Bechi digelar terbuka sejak Senin (8/8/2022). Pada sidang-sidang sebelumnya, Mas Bechi menjalani sidang tertutup yang hanya diikuti melalui layar televisi dari Rutan Medaeng.

Tim kuasa hukum menyebut tujuan sidang digelar offline untuk mematahkan asumsi masyarakat adanya rekayasa dalam persidangan. Jika sidang tetap digelar secara daring, dianggap menimbulkan beragam asumsi dari masyarakat.

Pihak keluarga kliennya juga berjanji tak akan ada kerusuhan hingga pengerahan massa. Terlebih, dua sidang yang telah digelar di Ruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya berlangsung aman.

Ketua Penasihat Hukum (PH) Mas Bechi, I Gede Pasek Suardika mengaku senang kliennya diperbolehkan menjalani sidang secara offline. Sebab, ia menyebut sudah ada putusan dari MA perihal sidang offline.

"Jadi, prinsipnya kalau soal eksepsi itu sudah diduga karena bagaimanapun juga keputusan MA gak mungkin dilawan PN Surabaya," kata Gede kepada awak media di PN Surabaya, Senin (8/8/2022).

Gede menjelaskan pihaknya melakukan itu bukan tanpa sebab. Menurutnya, pada sidang pertama, pihaknya tidak mendapat BAP. Hal ini membuat dirinya mengajukan permohonan ke MA.

"Kalau langsung, tanpa eksepsi, langsung pemeriksaan saksi. Dengan pola eksepsi, maka BAP bisa terbaca," ujarnya.

Selain itu, ada ruang untuk mengajukan persidangan secara offline. Hal ini selaras dengan keinginan pihaknya yang memperjuangkan keadilan.



Simak Video "Mas Bechi Ditangkap! Pengurus Orasi Perang Bela Shiddiqiyyah"
[Gambas:Video 20detik]