Ibu Dipaksa Lahiran Normal-Bayi Meninggal, Polisi: Tak Ada Rujukan Caesar

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 08 Agu 2022 19:39 WIB
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Polisi telah menuntaskan pemeriksaan 11 saksi dalam kasus Rohma Roudotul Jannah (29), seorang ibu yang dipaksa melahirkan normal di RSUD Jombang hingga berujung bayinya meninggal. Salah satu materi pemeriksaan adalah tentang rujukan dari Puskesmas Sumobito yang sempat simpang siur.

Ternyata, polisi mendapati fakta jika tak ada rujukan dilakukannya caesar pada ibu hamil tersebut.

"Tidak ada rujukan terkait apa yang harus dilakukan rumah sakit, maupun rujukan caesar. Yang digambarkan dalam rujukan itu adalah kondisi klinis Bu Rohma," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha kepada detikJatim, Senin (8/8/2022).

Giadi menjelaskan fakta ini diperoleh usai pihaknya memeriksa 11 saksi pada Rabu dan Kamis pekan lalu. Para saksi yakni suami Rohma, Yopi Widianto (26), warga Desa Plemahan, Sumobito selaku saksi dari pihak korban, serta 10 tenaga kesehatan yang menangani persalinan Rohma.

Para nakes yang sudah diperiksa terdiri dari Kepala Puskesmas Sumobito dr Hexawan Tjahya Widada, 2 bidan Puskesmas Sumobito, 3 dokter spesialis kandungan RSUD Jombang, serta 4 bidan RSUD Jombang. Hasil pemeriksaan para saksi telah dikirim ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim pada Jumat (5/8).

"Dokumen rujukan (dari Puskesmas Sumobito) belum kami sita karena masih penyelidikan. Cuma sudah diperlihatkan para saksi dan dituangkan dalam berita acara," jelasnya.

Namun, Giadi belum bisa merinci kondisi klinis Rohma yang dituangkan dalam surat rujukan dari Puskesmas Sumobito ke RSUD Jombang. "Kalau detilnya saya harus membaca BAP (berita acara pemeriksaan), saya khawatir salah menyampaikan. Intinya rujukan itu menjelaskan kondisi klinis pasien," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Sumobito dr Hexawan Tjahya Widada mengatakan, Rohma datang ke poli kesehatan ibu dan anak (KIA) puskesmas pada Kamis (28/7) pagi untuk meminta surat rujukan. Ketika diperiksa bidan puskesmas, kaki Rohma membengkak dan kontraksi pada rahimnya meningkat.

"Saat itu kami lakukan pemasangan infus dan dikasih oksigen, kami rujuk ke RSUD Jombang. Kami dampingi dalam perjalanan dan diobservasi," kata dr Hexawan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Selasa (2/8/2022).

dr Hexawan menjelaskan, terdapat tiga faktor yang membuat Rohma harus dirujuk ke RSUD Jombang. Pertama, karena ia pernah mengalami keguguran pada kehamilan pertamanya. Kedua, karena Rohma mempunyai riwayat diabetes dalam kehamilan. Ketiga, sebab ia mengalami preeklamsi ringan yang ditandai tekanan darahnya saat itu 140/90.

Berita selengkapnya di halaman selanjutnya!