Tegangnya Drama Tangkap Paksa Mas Bechi yang Mirip Dimas Kanjeng

Tegangnya Drama Tangkap Paksa Mas Bechi yang Mirip Dimas Kanjeng

Tim DetikJatim - detikJatim
Jumat, 08 Jul 2022 18:21 WIB
Mas Bechi dan Dimas Kanjeng
Dimas Kanjeng (kiri) dan Mas Bechi. (Foto: Arsip detikcom)
Surabaya -

Drama tangkap paksa terhadap Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, DPO kasus pencabulan di Losari, Ploso, Jombang pada Kamis (7/7) berlangsung dramatis. Dikepung selama 16 jam di Ponpesnya, Mas Bechi akhirnya menyerah kepada polisi.

Penangkapan dramatis seperti yang terjadi di Jombang bukan lah pertama kalinya di Jawa Timur. Sebab pada tahun 2016, Polda Jatim dan Polres jajarannya juga pernah susah payah menangkap Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo.

Dimas Kanjeng ditangkap karena terlibat pembunuhan dua orang sekaligus penipu ulung, pengganda uang yang berhasil meraup uang puluhan miliar. Sedangkan Mas Bechi adalah DPO kasus pencabulan santrinya.

Keduanya sama-sama licin dan susah ditangkap. Sehingga, polisi membutuhkan strategi khusus untuk bisa menangkapnya. Baik Mas Bechi maupun Dimas Kanjeng mempunyai ratusan pengikut fanatik yang siaga melindungi dari penangkapan polisi.

Namun, sepandai-pandainya tupai melompat pada akhirnya tertangkap pula. Seperti yang dialami Mas Bechi, Dimas Kanjeng juga hampir serupa. Meski beda kasus kejahatan yang menjeratnya.

Selama menjadi buruan polisi, Mas Bechi bersembunyi di pondok pesantrennya dan dilindungi santri pengikutnya. Pun demikian dengan Dimas Kanjeng yang bersembunyi di padepokan dan dijaga olah barisan garda penjaga yang fanatik.

Penangkapan Dimas Kanjeng tercatat terjadi pada era Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji. Dalam pengakuannya, Anton mengakui memang kesulitan untuk menangkap Dimas Kanjeng. Sebab, risiko bentrok dengan pengikutnya dan timbul korban sangat mungkin terjadi.

Untuk menangkap Dimas Kanjeng, Anton menyebut sampai melancarkan operasi senyap. Operasi ini bahkan telah disusun detail selama dua bulan sebelum eksekusi. Tujuannya, menghindari jatuhnya korban dari kedua belah pihak.

Kapolda Irjen Anton Setiadji sempat mengecoh wartawan. Apa yang dikatakan Anton? Simak di halaman selanjutnya.