Sosok JO, Si Pembunuh Bayaran yang Habisi Nyawa Bos Rongsokan Sidoarjo

Tim detikJatim - detikJatim
Sabtu, 02 Jul 2022 12:13 WIB
Pelaku pembunuh Sabar, bos rongsokan Sidoarjo berinisial JO
JO, pembunuh bayaran yang menembak bos rongsokan (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Pelaku penembak bos rongsokan di Sidoarjo, Sabar (37) tertangkap. Pelaku berinisial JO, kini tengah mendekam di balik jeruji besi. JO menembak Sabar atas permintaan pria berinisial E yang menjanjikan imbalan Rp 100 juta bila dirinya berhasil membunuh bos rongsokan itu. Bisa dibilang JO merupakan seorang pembunuh bayaran.

Namun, uang Rp 100 juta yang dijanjikan E tersebut belum sempat dinikmati JO. Sebelum JO menerima uang itu, polisi lebih dulu membekuknya di tempat persembunyiannya di Sokobanah, Sampang.

Kini, JO telah ditetapkan sebagai tersangka eksekutor pembunuhan terencana itu. Polisi akan menjeratnya dengan ancaman hukuman mati.

Saat dihadirkan di hadapan awak media, JO hanya bisa diam dan menunduk. Ia mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan topeng hitam. Sementara tangannya terikat borgol.

Kapolresta Sidoarjo Kusumo Wahyu Bintoro menyebutkan, polisi akan menjerat tersangka dengan pasal berlapis dengan hukuman maksimal pidana mati atau seumur hidup.

"Ancaman hukumannya sesuai pasal 340 KUHP, pidana mati atau pidana seumur hidup karena ini pembunuhan berencana," ujarnya saat menggelar konferensi pers, Rabu (1/7/2022).

Tidak hanya itu, Polresta Sidoarjo juta akan menjerat tersangka dengan pasal 355 ayat 2 dengan pidana paling lama 15 tahun, serta pasal 351 ayat 3 dengan pidana paling lama 7 tahun.

"Jadi banyak undang-undang yang kami jeratkan dan berlapis, karena pidananya ini pembunuhan berencana dan korbannya meninggal, dan pelaksananya menggunakan senjata api," ujarnya.

Kusumo menyatakan, polisi telah menetapkan 2 orang tersangka. Selain JO, polisi juga menetapkan tersangka pria berinsial E sebagai dalang pembunuhan Sabar.

"Jadi saudara E ini juga tersangka. Saudara E sedang kami buru. Kami upayakan semaksimal mungkin untuk bisa terungkap. Saat ini kami sedang mencari keberadaannya," imbuhnya.

Keluarga Sabar harap pelaku dihukum mati, di halaman selanjutnya!