Cerita Gadis Sidoarjo Kehilangan Motor Digondol Pria Kenalannya di Tantan

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Kamis, 07 Apr 2022 18:27 WIB
Penipuan asmara online: Saya serahkan dana Rp5,8 miliar kepada pria yang saya kenal lewat aplikasi kencan
Foto: BBC Magazine
Surabaya -

DAP (19), perempuan asal Sidoarjo menjadi korban penipuan kenalannya dari aplikasi kencan Tantan. Akibatnya, motor korban raib dibawa lari.

"Awal ketemu lewat aplikasi Tantan, dia mengaku bernama Fahri," kata DAP kepada detikJatim, Kamis (7/4/2022).

Dari aplikasi itu, lanjut ia, mereka kemudian saling bertukar nomor telepon. Mereka kemudian intens saling ngobrol di WhatsApp."Singkat cerita, kita chat via WhatsApp," ujarnya.

Karena tertarik sama-sama tertarik, Fahri kemudian mengajak korban bertemu di Surabaya. Gayung bersambut, ajakan Fahri disetujui korban.

Dalam perjalanan, tiba-tiba korban mendapat pesan dari Fahri. Ia memintanya untuk menunggu di kawasan Wonokromo dan akan dijemput oleh rekan Fahri.

"Saya akhirnya setuju buat ketemuan sama dia (Fahri), pas sampai di Sepanjang (Kecamatan Taman, Sidoarjo), si Fahri ini ngechat saya kalau temannya lagi keluar ke Gunung Sari," tuturnya.

"Terus, Fahri ini minta saya buat menunggu di kawasan Wonokromo saja, ya sudah saya langsung perjalanan," imbuhnya.

Setibanya di lokasi, korban berteduh lantaran saat itu sedang hujan. Kemudian, rekan Fahri tiba pada Sabtu (2/4/2022) pukul 14.00 WIB. Setelah itu, DAP bersama seseorang yang mengaku rekan dari Fahri itu berboncengan menuju suatu kafe di daerah Demak, Surabaya.

Lelaki yang mengaku rekan Fahri itu mengaku bakal bertemu Fahri di kafe. Saat berada di lokasi, korban lantas diminta turun oleh rekan Fahri. "Katanya, mau jemput Fahri," katanya.

Namun, DAP tak mencurigai gelagat teman Fahri itu. Saat turun, korban sebenarnya ingin ikut juga, tapi tak diperbolehkan.

"Pas saya bilang 'Lho mas kenapa kok saya ga ikut saja?' Temennya ini bilang 'gak usah mbak, dekat sini kok rumahnya, cuma 15 menit'," kata DAP saat menirukan percakapannya.

Selanjutnya, rekan Fahri ini meminta STNK motor. Sebab ini untuk jaga-jaga kalau ada polisi. Korban dengan polosnya kemudian memberikannya juga.

"Dia bilang 'Mbak bawa STNK? Buat jaga-jaga kalau ada polisi'. Saya jawab 'Bawa, Mas'. Ya sudah, setelah itu saya kasih STNK, lalu rekan Fahri ini pergi," terangnya.

Mulanya, DAP tak curiga dan tak gusar saat motornya dibawa. Namun, ia semakin cemas lantaran hingga larut malam, motor dan STNK yang dibawa lelaki itu tak kunjung kembali.

"Sampai malam, saya lalu masuk ke dalam kafenya sambil pesan minuman. Terus saya nunggu si Fahri ini datang sekitar 2 jam menunggu, itu posisinya saya masih chat sama dia (Fahri)," ujar dia.

Perasaan DAP pun semakin tidak enak. Hingga malam hari, Fahri tak memberikan kabar lagi kepada DAP, baik melalui chat mau pun telepon lagi.

Sedangkan motornya Honda BeAT tahun 2015, biru putih, nopol W 6881 NAB juga tak kunjung kembali. Ia kemudian baru menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan.

"Lalu saya diantar ojol ke Polsek Krembangan. Saat itu, penyidiknya lagi keluar dan saya disuruh melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak supaya cepat ditindak lanjuti," tukasnya.

Kini, korban berharap polisi segera menemukan Fahri dan rekannya. Ia juga ingin motor yang ia gunakan sehari-hari untuk beraktivitas segera kembali. "Semoga cepat ketemu," tutupnya.



Simak Video "Pria Tasikmalaya Tipu Gadis dan Janda Lewat Aplikasi Kencan"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)