Bukti Jika Kota Malang Saat Ini Sedang Darurat Prostitusi Online

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 15 Mar 2022 15:59 WIB
prostitusi online di kota malang
Pelaku prostitusi online disidang tipiring (Foto: Dok. Satpol PP Kota Malang)
Kota Malang -

Wali Kota Malang Sutiaji menyebut bahwa Kota Malang darurat prostitusi online. Pernyataan Sutiaji mengacu pada penindakan Satpol PP terhadap praktik prostitusi online.

Kepala Bidang Ketertiban dan ketenteraman umum atpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat mengatakan dalam kurun waktu Januari 2022 sampai Maret 2022, Satpol PP Kota Malang menindak setidaknya 43 pasangan yang terjaring operasi di rumah kos, hotel, penginapan dan guest house. Dari jumlah itu, 18 pasangan terkait prostitusi online atau open BO.

"Ada 18 pasangan yang terkait prostitusi online atau open BO melalui Michat. Ini sesuai pengakuan mereka, itu kita ungkap Febuari 2022 lalu," beber Rahmat kepada detikJatim, Selasa (15/3/2022).

Belasan penyedia jasa prostitusi online tersebut diamankan Satpol PP dari delapan tempat di wilayah Kota Malang. Di mana ada beragam mulai rumah kos, penginapan, hotel sampai dengan guest house.

prostitusi online di kota malangPetugas menemukan alat kontrasepsi di dalam kamar praktik prostitusi online (Foto: Dok. Satpol PP Kota Malang)

"Ada delapan titik yang kita tindak. Mereka (wanita) memang berada di situ untuk membuka jasa prostitusi, ada rumah kos, guest house, penginapan sampai dengan hotel di Kota Malang," jelas Rahmat.

Rahmat mengaku ada beberapa orang dari 18 wanita yang diamankan masih di bawah umur dan sebagian besar mereka bukan warga Kota Malang. "Ada beberapa yang di bawah umur dengan latar belakang beragam. Mereka juga bukan warga Kota Malang. Kita tindak Tipiring dan dijemput keluarga sebagai efek jera," pungkas Rahmat.

Rahmat Hidayat mengatakan pengungkapan praktik prostitusi online berbasis aplikasi MiChat berawal dari informasi masyarakat. Penyelidikan kemudian dilakukan untuk mengindentifikasi lokasi atau tempat yang dijadikan praktik prostitusi.

"Kemudian kami melakukan penggerebekan rumah kos di wilayah Kedungkandang. Disana menemukan pasangan, yang diduga terkait prostitusi online," terang Rahmat.

Menurut Rahmat, pemeriksaan kemudian dilakukan pasca penggerebekan dan mengamankan beberapa orang tersebut. Di sana, pihaknya mendapatkan pengakuan, jika mereka membuka layanan prostitusi melalui aplikasi MiChat.

Selain pengakuan, petugas Satpol PP juga menemukan kondom serta bukti transaksi jasa prostitusi online di telepon seluler.

"Sesuai pengakuan, para wanita yang diamankan. Memang menyediakan layanan prostitusi (Open BO) melalui MiChat. Dari situ terus kita dalami," tuturnya.



Simak Video "Ditangkap! Female DJ di Yogya Nyambi Jadi Muncikari Online"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)