Wali Kota Sutiaji Sebut Kota Malang Darurat Prostitusi Online

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 15 Mar 2022 14:17 WIB
Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang menerima pembayaran denda tindak pidana ringan (Tipiring) dari Wali Kota Malang Sutiaji. Denda sebesar Rp 25 juta dikenakan, karena Sutiaji dinyatakan melanggar PPKM.
Wali Kota Malang Sutiaji (Foto: Istimewa/Kejari Kabupaten Malang)
Kota Malang -

Wali Kota Malang Sutiaji menyebut bahwa Kota Malang darurat prostitusi online. Karena itu Sutiaji meminta camat dan lurah men-install aplikasi MiChat.

Tujuannya adalah untuk memantau wilayah dari praktik prostitusi online. Dan juga bertanggung jawab terhadap wilayahnya masing-masing.

"Tujuannya apa? Agar bisa memantau dan bertanggung jawab terhadap wilayahnya masing-masing. Ini warning bagi semua, karena Kota Malang sudah darurat (prostitusi online)," terang Sutiaji kepada wartawan, Selasa (15/3/2022).

Instruksi agar Camat dan Lurah menginstal Aplikasi Michat sudah disampaikan Sutiaji saat memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Malang, Senin (14/3/2022).

Sutiaji menilai Malang Kota dalam kondisi darurat prostitusi berbasis online. Hal itu diperkuat dari penindakan Satpol PP dalam sebulan terakhir.

Ada sejumlah tempat yang ditindak hingga sampai mengamankan belasan perempuan yang terlibat praktik prostitusi online di wilayah Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, beberapa waktu lalu.

"Ini bukan memantau ASN, melainkan wilayah masing-masing. Karena kemarin, ada belasan orang diamankan oleh Satpol PP di wilayah Tlogomas, Dinoyo," kata Sutiaji.

Sutiaji menegaskan, jika Camat dan Lurah bertanggung jawab atas wilayahnya dalam memberantas prostitusi. Aplikasi yang biasa digunakan sebagai sarana transaksi harus dipantau demi stabilitas wilayahnya.

"Pantauan aplikasi yang diduga menjadi sarana transaksi prostitusi online, bukan untuk kepentingan pribadi ASN. Tapi untuk menjaga stabilitas wilayahnya," tegas Sutiaji.

Menurut Sutiaji, praktik prostitusi online kian marak di Kota Malang, bahkan melibatkan anak-anak dibawah umur. Dalam penindakan Satpol PP mengundang orang tua saat sidang Tipiring untuk memberikan efek jera.

"Kalau dulu ada lokalisasi dan telah ditutup. Sekarang marak dan bisa ada dimana-mana. Ini tidak bisa dipungkiri, dan warning bagi semua," pungkasnya.



Simak Video "Dua ABG Baru Lulus SMA Diciduk di Hotel Tangerang Terkait Prostitusi"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)