Empat Polisi Diamuk Massa, Warga Diimbau Jangan Mudah Terprovokasi

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 14 Mar 2022 12:45 WIB
Polisi dihajar massa di Surabaya
Polisi korban amukan massa di Surabaya saat mengamankan maling motor. (Foto: Dok. Polsek Tambaksari)
Surabaya -

Empat polisi di Surabaya diamuk massa saat hendak mengamankan maling motor di Jalan Setro Tengah, Tambaksari. Atas peristiwa itu, polisi mengimbau warga jangan mudah terprovokasi.

Kapolsek Tambaksari Kompol M Akhyar mengatakan, empat polisi itu menjadi korban amukan massa karena masyarakat setempat mudah terprovokasi.

"Imbauan kami, masyarakat jangan mudah terprovokasi. Percayakan proses hukum ke kepolisian. Jangan kemudian main hakim sendiri hingga merugikan," kata Akhyar kepada detikJatim, Senin (14/3/2022).

Sebelumnya, empat polisi menjadi korban amukan massa itu adalah Aipda Joko Nugroho dan 3 anggota unit lantas Polsek Tambaksari. Mereka mengalami luka di bagian wajah.

Kompol M Akhyar menjelaskan, peristiwa itu terjadi Rabu (9/3/2022) lalu. Anggotanya menjadi korban salah sasaran amukan massa saat mengamankan seorang pelaku pencurian motor.

Dia juga memaparkan, peristiwa pengeroyokan itu bermula saat korban atas nama M Daffa Fadhullah menjual motor Suzuki Crystal bodong di Facebook.

Motor itu kemudian ditawar tersangka atas nama Yusuf. Mereka kemudian sepakat untuk bertemu atau Cash on Delivery (COD). Namun saat menjajal motor, tersangka justru membawa kabur.

Usai membawa kabur motor korban, lanjut Akhyar, tersangka kemudian menjualnya di Facebook. Korban yang mengetahui itu berpura-pura membelinya dan mencoba menangkap tersangka.

"Mereka bersepakat bertemu di wilayah Margomulyo. Di lokasi itu Yusuf yang sudah dijebak digiring ke Setro," kata Akhyar.

Setiba di Jalan Setro, Surabaya, pelaku diteriaki maling. Mendengar itu, spontan warga langsung menghajar tersangka. Mendapat laporan itu, Akhyar bersama anggota menuju ke TKP.

Nah, saat proses akan mengamankan itulah Aipda Joko Nugroho dan 3 anggota lantas lainnya turut menjadi korban diamuk warga.

Tak ayal, keempat petugas itu babak belur. Bahkan pangkat di pundaknya juga sempat hilang saat ditarik oleh massa yang mengamuk.

"Memang saat proses evakuasi sudah terlanjur banyak warga datang. Bahkan anggota kami sempat menerima pukulan dari massa dari arah belakang dan samping," kata Akhyar.

Akhirnya, polisi yang turut diamuk itu memasukkan terduga pelaku ke dalam mobil patroli. Akhyar mengakui, amarah warga saat itu sudah memuncak.

"Mobil kami juga ada yang rusak di pintu," ujarnya.



Simak Video "Tertangkap! Maling Motor di Purwakarta Babak Belur Dihajar Massa"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)