Carok Kasun Vs Kades di Lumajang Dipicu Jual Beli Rumah

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Jumat, 28 Jan 2022 17:15 WIB
carok di lumajang
Foto: Dok. Polres Lumajang
Jakarta -

Carok antara Kepala Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto dengan Kepala Dusun Persil, Desa Jatiroto dipicu oleh masalah pribadi. Keduanya disebut telah bermusuhan sejak lama.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan karena pemicu tersebut, aksi perkelahian dengan membawa senjata tajam celurit ini akhirnya tak terelakkan.

"Permasalahannya itu jual beli rumah, bukan masalah antarinstansi, masalah pribadi jadi tidak melibatkan kelompok. Ini murni individu, jadi permusuhan yang agak lama, pas kemarin terjadi pertemuan mereka tidak sengaja kemudian terlontar kalimat yang memicu adanya carok tersebut," papar Eka saat dihubungi detikJatim di Surabaya, Jumat (28/1/2022).

Akibat aksi ini, kedua perangkat desa tersebut sama-sama terkapar. Keduanya terluka dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Eka mengatakan kejadian ini terjadi semalam (27/1/2022). Eka menyebut, sebelum kejadian tepatnya pada sore hari, warga sudah mengetahui jika kedua perangkat desa hendak berduel. Warga pun melaporkan hal ini ke Polsek Jatiroto untuk membantu melerai.

"Sore hari warga melaporkan mau ada carok di Polsek. Waktu bertemu sudah dipegangi anggota Polsek," imbuhnya."Kejadiannya malam, sore harinya warga itu sudah tahu ada intrik-intrik dua orang itu mau berkelahi. Di lingkungan mereka sudah pada tahu, di lingkungan RW sudah tahu dua orang ini bermusuhan sejak lama," papar Eka.

Setelah dilerai, Eka mengatakan situasi cukup kondusif. Anggota Polsek Jatiroto pun akhirnya pergi menunaikan salat Maghrib. Ternyata keduanya janjian untuk bertemu dan berduel.

"Lalu maghriban ditinggal polisi karena sudah pergi dua-duanya. Ternyata dua orang itu melipir, malam itu berduel," sesal Eka.

Perbuatan keduanya melanggar pasal 184 KUHP soal perkelahian. Kendati demikian, Eka mengatakan pihaknya belum bisa menentukan siapa pelaku dan siapa korban. Karena, pemeriksaan keduanya belum dilakukan.

"Sementara kami belum bisa menentukan siapa pelaku siapa korban. Dua-duanya masih kami anggap korban," paparnya.

Eka menambahkan dua perangkat daerah ini sama-sama terluka. Ada yang terluka imbas sabetan celurit di kaki dan tangannya. Lalu, satu korban terluka cukup parah hingga ususnya terburai.

Saat disinggung soal kondisi keduanya, Eka menyebut sudah semakin baik. Namun, belum bisa dimintai keterangan.

"Kondisinya semakin baik tapi belum bisa dimintai keterangan, mohon bersabar untuk motif keduanya seperti apa," jelas Eka.



Simak Video "Terlibat Cekcok di Jalan, Pemotor Tewas Ditusuk di Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)