4 Pesilat di Trenggalek Diamankan Gegara Keroyok Anggota Perguruan Silat Lain

Adhar Muttaqien - detikJatim
Rabu, 26 Jan 2022 21:20 WIB
tawuran pesilat di trenggalek
4 Tersangka pengeroyokan anggota perguruan silat diamankan (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Aksi pengeroyokan pesilat terhadap anggota perguruan silat lain kembali terjadi di Trenggalek. Polisi menangkap empat orang pelaku dan menjebloskannya ke penjara.

Wakapolres Trenggalek Kompol Heru Dwi Purnomo mengatakan empat pelaku yang diamankan adalah MNZ (20), ADC (22), MAS (23) dan ADS (22) , seluruhnya warga Kecamatan Durenan, Trenggalek. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban dan pelaku, telepon genggam serta kaus yang diduga turut memicu perselisihan.

"Korban satu orang masih berstatus anak-anak," kata Kompol Heru Dwi Purnomo, Rabu (26/1/2022).

Para tersangka terancam dijerat Undang-Undang Perlindungan anak serta Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal tujuh tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Arief Rizky Wicaksana mengatakan kasus pengeroyokan tersebut bermula saat korban bersama salah satu temannya bertandang ke wilayah Durenan untuk ngopi bareng dengan salah satu anggota perguruan silat lain.

"Kemudian datang dua pelaku, karena korban dari perguruan lain, kemudian terjadi perselisihan, pelaku sempat bilang, kenapa main ke sini," kata Arief, Rabu (26/1/2022).

Menurutnya kisruh tersebut akhirnya berlanjut di lokasi kedua. Bahkan di tempat tersebut dua pelaku lain tiba. Kemudian pelaku menemukan salah satu kaus yang diduga menyinggung kelompok silatnya.

"Pelaku pun mendesak korban terkait arti dari kaus tersebut. Kemudian dijelaskan oleh korban, arti tulisan di kaus tersebut adalah tidak takut dengan salah satu perguruan silat," jelasnya.

Dari situlah korban akhirnya mendapatkan penganiayaan dari para pelaku secara beramai-ramai. Korban dipukuli dan ditendang di jalan kampung. Akibatnya korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Lanjut Arif, peristiwa penganiayaan tersebut tidak terkait dengan aksi pengeroyokan serupa yang terjadi di jalan raya Ngetal pada (12/1/2022). Namun pihaknya mengakui salah satu tersangka dalam kasus pengeroyokan sebelumnya ikut bersama korban di lokasi kejadian.

Hal itu terjadi karena yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan, mengingat masih di bawah umur.



Simak Video "Permintaan Maaf Remaja yang Viral Terjun ke Sungai Berarus Deras"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)