Mantan Dirut PDAM Tulungagung yang Korupsi Rp 1,3 M Dijebloskan Lapas

Adhar Muttaqien - detikJatim
Kamis, 20 Jan 2022 20:47 WIB
korupsi pdam tulungagung Rp 1,3 M
Mantan Dirut PDAM yang korupsi 1,3 M dijebloskan ke Lapas (Foto: Dok. Kejari Tulungagung)
Tulungagung -

Kejari Tulungagung mengeksekusi mantan Direktur Utama PDAM Tirta Cahya Agung, Djoko Hariyanto dalam kasus korupsi anggaran perawatan periode 2016-2018. Terpidana kini dijebloskan ke Lapas Kelas II B Tulungagung.

Kasi Intelijen Kejari Tulungagung Agung Tri Radityo, mengatakan eksekusi dilakukan karena kasus tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah), sesuai dengan putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA). Dalam putusannya, MA menguatkan putusan pengadilan sebelumnya yakni menjatuhkan hukuman selama empat tahun penjara.

"Jaksa eksekutor mengeksekusi terpidana dari Rutan Kejati Jatim dibawa ke Lapas Kelas II B Tulungagung. Karena dalam amar putusannya sudah jelas terkait hukuman badan tersebut, sehingga bisa kami eksekusi," kata Agung, Kamis (20/1/2022).

Menurut Agung, proses eksekusi sengaja dilakukan hari ini, karena masa penahanan dari Mahkamah Agung akan segera habis. Dengan eksekusi ini maka Djoko langsung menjalani masa pemidanaan selama empat tahun ke depan.

Di sisi lain, Kejari Tulungagung masih dibuat bingung terkait sejumlah barang bukti yang sempat disita dalam perkara korupsi tersebut, dirampas untuk negara atau dikembalikan. Mengingat dalam dalam putusan yang diterima belum ada penjelasan rinci terkait nasib barang bukti.

"Kami masih menunggu salinan putusan yang lengkap, apakah dirampas untuk negara atau dikembalikan. Barang buktinya itu bermacam-macam, ada mobil, sepeda motor serta aset tanah," imbuh Agung.

Sebelumnya Djoko Hariyanto terjerat kasus korupsi saat menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung periode 2016-2018. Dalam perkara tersebut Djoko terbukti melakukan tindak pidana korupsi anggaran perawatan, sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,35 miliar.

Modus yang digunakan pelaku dengan cara memanipulasi pelaksanaan pekerjaan perbaikan jaringan perpipaan hingga perawatan kendaraan operasional PDAM.

Dalam proses persidangan akhirnya hakim menjatuhkan hukuman empat tahun penjara, membayar uang pengganti Rp 135 juta serta denda Rp 200 juta dengan subsider kurungan selama enam bulan.

Vonis empat tahun yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa, yaitu 7,5 tahun penjara.



Simak Video "Momen Petugas Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Tulungagung"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)