Geliat Kampung Lontong Surabaya

Foto Jatim

Geliat Kampung Lontong Surabaya

Anastasia Trifena - detikJatim
Selasa, 03 Mar 2026 15:08 WIB

Surabaya - Perayaan Cap Go Meh membawa berkah bagi perajin lontong di Kampung Lontong, Banyu Urip Lor, Surabaya. Permintaan lontong melonjak dibanding hari biasa.

Geliat Kampung Lontong Surabaya
Lontong Cap Go Meh menjadi sajian wajib saat perayaan malam ke-15 setelah Imlek tersebut.
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Salah satu produsen lontong, Lisnur menyebut produksi meningkat signifikan jelang dan saat perayaan Cap Go Meh. Jika pada hari biasa hanya memproduksi sekitar 18 hingga 20 keranjang lontong, saat momen Cap Go Meh jumlahnya melonjak drastis.
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Permintaan mulai berdatangan sejak dua hari sebelum perayaan. Namun, puncaknya terjadi tepat pada hari Cap Go Meh atau hari ini.
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Berbeda dengan hari biasa yang didominasi lontong ukuran kecil, saat Cap Go Meh pembeli lebih banyak memesan lontong ukuran besar.
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Lontong besar tersebut dijual seharga Rp3.000 per buah, dengan ukuran lebih panjang dari lontong standar. Sementara lontong kecil pada hari biasa dibanderol Rp1.300 dan saat mendekati Lebaran naik menjadi Rp1.500.
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Untuk pemasaran, biasanya dijajakan ke Pasar Banyu Urip, Pasar Genteng Kali, dan Pasar Pakis. Permintaan paling tinggi saat Cap Go Meh berasal dari Pasar Genteng Kali dan Pasar Pakis, yang lokasinya banyak dihuni warga Tionghoa.
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Geliat Kampung Lontong Surabaya
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads