Surabaya - Bekas Penjara Koblen di kawasan Bubutan, Surabaya, menyimpan sejarah panjang sejak era kolonial hingga pascakemerdekaan. Perlahan kini mulai beralih fungsi.
Foto Jatim
Menilik Eks Penjara Koblen Bangunan Cagar Budaya yang Jadi Kavling Sewaan
Bangunan yang terdaftar sebagai cagar budaya di Kota Surabaya ini menghadapi ancaman kelestariannya.
Bangunan ini dulunya menjadi tempat penahanan tawanan perang Jepang hingga rumah tahanan militer Republik Indonesia. Saat ini, areanya hanya menyisakan tembok keliling dan pos pantau.
Pegiat sejarah dari Komunitas Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo, menyayangkan kondisi tersebut.
Menurutnya, pemanfaatan kawasan bekas Penjara Koblen saat ini justru menutup visual bangunan cagar budaya dan bertentangan dengan aturan pelestarian yang berlaku.
Penjara Koblen, atau Penjara Bubutan, dibangun oleh Pemerintah Kota Surabaya pada awal 1930-an di atas lahan seluas sekitar 3,8 hektare.
Pembangunannya menghabiskan dana sebesar f 45.000 gulden untuk pembebasan lahan, f 76.000 gulden untuk pembangunan tembok penjara, serta f 20.000 gulden untuk pembangunan ruang sel tahanan.
Nama 'Koblen' sendiri merupakan pelafalan lokal dari Kobbelsteen, yang merujuk pada batu alam ekspos berwarna kuning kecokelatan yang digunakan sebagai material utama tembok.











































