- Niat Puasa Daud
- Tata Cara Melaksanakan Puasa Daud 1. Membaca niat 2. Makan Sahur 3. Menahan Diri dari Hal-hal yang Membatalkan Puasa 4. Berbuka Puasa
- Waktu Pelaksanaan Puasa Daud
- Keutamaan Puasa Daud 1. Puasa Sunah yang Paling Disukai Allah SWT 2. Bentuk Kasih Sayang Islam kepada Umatnya 3. Puasa Sunah yang Paling Utama
Puasa Daud merupakan salah satu ibadah puasa sunnah dalam Islam yang memiliki keutamaan tersendiri. Puasa ini dilaksanakan secara berselang-seling, yakni satu hari berpuasa dan satu hari berikutnya tidak berpuasa.
Berbeda dengan puasa sunah yang dilakukan pada hari-hari tertentu, puasa Daud dapat diamalkan secara rutin sepanjang tahun, kecuali pada waktu yang diharamkan untuk berpuasa.
Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami wa Adillatuhu, hukum puasa Daud adalah sunah. Artinya, umat Islam yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala, sedangkan mereka yang tidak melaksanakannya tidak mendapat dosa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum mengamalkannya, penting untuk mengetahui bacaan niat, tata cara, waktu pelaksanaan, serta keutamaan puasa Daud.
Niat Puasa Daud
Seperti ibadah puasa lainnya, puasa Daud diawali dengan membaca niat. Niat dapat dilafalkan pada malam hari, mulai setelah matahari terbenam hingga sebelum terbit fajar. Berikut bacaan niat puasa Daud.
نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سَنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma dâwuda lillahi ta'âlâ.
Artinya: Saya berniat puasa Dawud, sunnah karena Allah ta'ala.
Namun, karena termasuk puasa sunnah, niat Puasa Daud juga diperbolehkan pada pagi hari hingga sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berikut bacaan niat yang dapat dilafalkan pada siang hari.
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ دَاوُدَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati dâwuda lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Dawud hari ini karena Allah ta'ala.
Tata Cara Melaksanakan Puasa Daud
Tata cara puasa Daud pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan puasa sunah lainnya. Perbedaannya terletak pada pelaksanaannya yang dilakukan secara berselang-seling. Berikut langkah-langkah menjalankan puasa Daud.
1. Membaca niat
Langkah pertama adalah membaca niat puasa Daud. Niat sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Namun, karena termasuk puasa sunah, niat juga boleh dilakukan pada pagi hari selama belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa.
2. Makan Sahur
Umat Islam dianjurkan makan sahur sebelum puasa. Sahur menjadi salah satu sunah puasa yang memberikan keberkahan sekaligus membantu menjaga energi selama beraktivitas. Meski demikian, apabila tidak sempat sahur karena terlambat bangun, puasanya tetap dianggap sah selama memenuhi ketentuan puasa.
3. Menahan Diri dari Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Selama berpuasa, seseorang harus menahan diri dari makan, minum, berhubungan seksual, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa. Ketentuan ini berlaku sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Muslim juga dianjurkan menjaga perilaku dengan menghindari berdusta, bergunjing, dan melakukan kemaksiatan.
4. Berbuka Puasa
Waktu berbuka puasa Daud sama seperti puasa pada umumnya, yakni ketika matahari terbenam. Menyegerakan berbuka setelah waktunya tiba juga termasuk salah satu sunah puasa.
Waktu Pelaksanaan Puasa Daud
Puasa Daud dilakukan dengan pola satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa. Durasi pelaksanaannya sama seperti puasa pada umumnya, yaitu sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Ibadah ini dapat dilaksanakan sepanjang tahun, tetapi terdapat beberapa waktu yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu berikut.
- 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri
- 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha
- 11, 12, dan 13 Zulhijah atau hari Tasyrik
- Separuh terakhir bulan Syakban
- Hari yang diragukan, yakni 30 Syakban dalam kondisi tertentu
Keutamaan Puasa Daud
Puasa Daud memiliki sejumlah keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Ibadah sunah ini dikenal sebagai salah satu puasa yang paling utama karena dilakukan secara berselang-seling, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak. Berikut beberapa keutamaan puasa Daud yang perlu diketahui.
1. Puasa Sunah yang Paling Disukai Allah SWT
Salah satu keutamaan Puasa Daud adalah menjadi puasa sunnah yang paling disukai Allah SWT. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut.
إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ
Artinya: Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Dawud. (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menjelaskan kedudukan puasa Daud sebagai salah satu ibadah puasa sunah yang memiliki keutamaan besar.
2. Bentuk Kasih Sayang Islam kepada Umatnya
Puasa Daud juga menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam beribadah. Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah tanpa mengabaikan hak-hak tubuh dan orang-orang di sekitarnya.
Dalam sebuah riwayat, Abdullah bin Umar RA pernah menjalankan puasa setiap hari dan menghabiskan malamnya untuk salat. Rasulullah SAW kemudian mengingatkannya agar tidak berlebihan dalam beribadah.
Ia menjelaskan tubuh, mata, istri, dan tamu memiliki hak yang harus dipenuhi. Setelah Abdullah bin Umar meminta amalan yang lebih berat, Rasulullah SAW menganjurkannya menjalankan Puasa Daud, yakni berpuasa sehari dan berbuka sehari berikutnya.
3. Puasa Sunah yang Paling Utama
Keutamaan lainnya adalah puasa Daud disebut sebagai puasa sunah yang paling utama. Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلَ الصِّيَامِ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
Artinya: Puasa yang paling utama adalah puasanya Nabi Dawud AS. Ia berpuasa sehari dan berbuka (tidak berpuasa) sehari. (HR An-Nasa'i)
Syekh Abdurra'uf al-Munawi dalam kitab Faidhul Qodir menjelaskan keutamaan tersebut berkaitan dengan kemampuan seseorang mengendalikan keinginan dirinya. Melalui pola puasa berselang-seling, seseorang belajar menikmati hal-hal yang diperbolehkan pada hari tidak berpuasa dan menahan diri pada hari berikutnya.
