Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 akan hadir dengan konsep yang lebih terintegrasi. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memperkuat promosi, konektivitas, dan fasilitas bagi wisatawan, termasuk akses VIP bagi pemegang boarding pass penerbangan.
Senior Vice President Corporate Secretary InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan, fasilitas tersebut menjadi salah satu kejutan yang disiapkan bagi wisatawan yang datang menyaksikan Gandrung Sewu 2026.
"Seperti yang disampaikan, apabila ada pengunjung di Gandrung Sewu nanti menunjukkan boarding pass, itu bisa dapat akses VIP. Nah, ini menjadi hal yang menarik," ujar Yudhistira, Minggu (4/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain akses VIP, InJourney akan memperkuat nuansa Gandrung Sewu sejak wisatawan tiba di Bandara Banyuwangi. Aktivasi penyambutan akan dilakukan di terminal penumpang dan dilengkapi promosi khusus melalui in-flight activation oleh kru maskapai, mulai penggunaan atribut khas Gandrung Sewu hingga pembagian suvenir kepada penumpang.
Yudhistira mengatakan, penguatan konektivitas tersebut diharapkan turut mendorong dampak ekonomi bagi Banyuwangi. Menurutnya, event yang dikelola secara baik dapat menggerakkan berbagai sektor pariwisata secara bersamaan.
"Event yang dirancang dengan baik itu bukan hanya menciptakan keramaian pada hari H, tetapi dapat menggerakkan konektivitas, okupansi hotel, transportasi, kuliner, UMKM, tenaga kerja, dan brand destination secara bersamaan. Jika Gandrung Sewu tahun ini sukses, ke depannya kami siap mendorong penambahan penerbangan (additional flight) hingga pembukaan rute baru ke Banyuwangi," tegas Yudhistira.
InJourney menilai, Gandrung Sewu memiliki potensi untuk menjadi salah satu anchor event yang mampu menggerakkan perekonomian daerah. Yudhistira menyebut pihaknya memiliki pengalaman mengelola sejumlah event besar, seperti F1 Powerboat di Danau Toba yang mencatatkan transaksi UMKM hampir Rp1 miliar pada 2024 dan MotoGP Mandalika 2025 yang membukukan perputaran ekonomi nasional hingga Rp4,96 triliun.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Gandrung Sewu 2026 menjadi bukti bahwa seni dan budaya lokal dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan akar tradisinya.
"Gandrung Sewu memantapkan kembali bahwa Gandrung adalah identitas Banyuwangi. Kebudayaan ini tidak hanya dikembangkan secara artistik, tetapi juga memicu munculnya ekosistem ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga," kata Ipuk.
Menurut Ipuk, antusiasme generasi muda dalam mengikuti proses seleksi penari juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Gandrung Sewu. Dia menyebut para peserta menunjukkan kebanggaan yang kuat untuk menjadi bagian dari perhelatan budaya tersebut.
"Ini bukan hanya sekadar melihat anak-anak kita menari, tetapi melihat kebanggaan di mana mereka bangga menjadi bagian dari Gandrung Sewu. Saat seleksi, yang diterima menangis, yang tidak diterima pun menangis. Ini melambangkan betapa besarnya rasa bangga mereka," tutur Ipuk.
Melalui kolaborasi dengan InJourney, penguatan ekosistem UMKM, serta keterlibatan generasi muda, Pemkab Banyuwangi berharap Gandrung Sewu 2026 tidak hanya menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga mampu memperluas promosi Banyuwangi sebagai destinasi wisata hingga ke mancanegara.
