Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkolaborasi dengan InJourney Holding akan menggelar tari kolosal Gandrung Sewu dengan konsep berbeda pada 24 Oktober. Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan, sejumlah penerbangan dari Jakarta-Banyuwangi maupun Surabaya-Banyuwangi akan ditambah.
Persiapan tersebut dilakukan untuk mendukung perhelatan yang telah menjadi ikon Banyuwangi. Puluhan ribu pengunjung diperkirakan akan hadir menyaksikan pertunjukan tahunan tersebut.
Sebagai daerah dengan potensi wisata yang besar, Banyuwangi mendapat dukungan InJourney yang memiliki pengalaman dalam menggandeng sejumlah daerah dalam penyelenggaraan berbagai event berskala besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
General Manager (GM) Bandara Blimbingsari Banyuwangi Mohamad Holik Muardi mengatakan, pihaknya akan menambah konektivitas penerbangan. Pendekatan juga telah dilakukan kepada sejumlah maskapai untuk menambah jadwal maupun rute penerbangan.
"Kami sudah melakukan pendekatan kepada beberapa maskapai. Alternatifnya adalah membuka rute baru, kemudian ada extra flight," kata Holik, Kamis (2/9/2026).
Selain menambah penerbangan, pihak bandara juga mendorong maskapai untuk mengganti jenis pesawat yang saat ini beroperasi dengan pesawat berkapasitas lebih besar.
"Kepada Lion Group kami usulkan mengganti pesawat dengan kapasitas lebih besar dan juga mengganti pesawat yang saat ini sudah exist seperti yang Surabaya. Surabaya itu adalah ATR Wings ya, ATR 72. Nah kami sudah approach juga ke Lion Group, bagaimana kalau misalkan saat pelaksanaan menjelang pelaksanaan event ini ada penggantian pesawat menjadi lebih besar dengan misalkan Airbus A320 atau jenis Boeing 737-800," jelas Holik.
Tidak hanya satu maskapai, Holik menyebut pihaknya telah membangun komunikasi dan melakukan pendekatan dengan sejumlah maskapai lainnya untuk mendukung kesuksesan pagelaran kolosal Gandrung Sewu yang menghadirkan kejutan berbeda tahun ini.
Meski tidak menyebutkan nama maskapai secara rinci, Holik mengatakan, keberadaan berbagai pilihan penerbangan dari sejumlah maskapai dapat membuat harga tiket lebih kompetitif.
"Karena kami berasumsinya adalah apabila satu maskapai ini yang lebih dominan, tentu harga tidak bisa bersaing. Seperti disampaikan Mbak tadi, bagaimana harga supaya lebih kompetitif, tentu kita harus ada kompetitor dalam hal ini brand lain atau merek lain. Ini kita sedang lakukan juga, dan upaya ini memang semenjak saya ditugaskan di Bandara Banyuwangi ini menjadi target saya ada penambahan penerbangan," jelasnya lebih lanjut.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan infrastruktur pariwisata di Banyuwangi telah terbentuk. Mulai dari perhotelan, pusat oleh-oleh, kuliner hingga akses jalan menuju sejumlah destinasi wisata unggulan dinilai telah siap mendukung kunjungan wisatawan.
"Di setiap even kita, faktor ekonomi selalu menjadi pertimbangan utama. Pada perhelatan Gandrung Sewu tahun ini, akan ada tapi kan berbeda. Satu digelar di malam hari, sementara konsepnya ditunggu saja nanti. Pasti tidak akan Cecelia," jelas Ipuk.
Ipuk memberikan sedikit bocoran bahwa Sendratari Gandrung Sewu tahun ini untuk pertama kalinya akan digelar pada malam hari. Pertunjukan tersebut akan menyajikan permainan cahaya dan teknologi.
