Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Probolinggo berlangsung meriah. Ratusan warga mengikuti tradisi Rebu'en dengan berebut gunungan berisi makanan, buah-buahan hingga sayur-mayur. Tak hanya itu, panitia juga menyediakan ratusan hadiah, termasuk kulkas dan dua ekor kambing.
Tradisi tersebut digelar di halaman Masjid Asnawi, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Rabu malam (26/8/2026).
Ratusan jamaah terlebih dahulu mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi. Setelah mendengarkan tausiah dari tokoh agama setempat, acara dilanjutkan dengan pembacaan sholawat yang diiringi musik hadrah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai pembacaan sholawat, jamaah langsung berebut sejumlah gunungan yang telah disiapkan panitia. Gunungan tersebut berisi aneka makanan ringan, buah-buahan dan sayuran.
Suasana pun seketika riuh. Jamaah berusaha mendapatkan bagian dari gunungan yang berada di tengah kerumunan.
Tradisi Rebu'en ini bukan sekadar memeriahkan peringatan Maulid Nabi. Makanan yang berhasil dikumpulkan kemudian dibagikan dan dinikmati bersama warga.
Selain gunungan, panitia juga menyiapkan ratusan hadiah hasil sumbangan warga sekitar. Hadiahnya berupa berbagai peralatan rumah tangga, beras, minyak goreng hingga hadiah utama.
"Jumlah hadiah saat ini ada 567 doorprize selain hadiah utama. Tiap tahun kita laksanakan. Ini memang sudah direncanakan jauh-jauh hari oleh teman-teman panitia takmir masjid," kata panitia, Dedik Riyawan.
Hadiah utama yang disiapkan cukup menarik. Ada dua ekor kambing, beras premium 25 kilogram, kompor gas hingga satu unit lemari es.
Pengundian dilakukan setelah tradisi berebut gunungan. Nomor kupon jamaah dicocokkan satu per satu dengan hadiah yang telah disediakan.
Warga yang mendapatkan hadiah pun tampak antusias. Bagi panitia, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Seluruh gunungan dan hadiah dalam kegiatan tersebut merupakan hasil partisipasi warga sekitar serta jamaah Masjid Asnawi.
Panitia berharap tradisi Maulid Nabi tersebut dapat terus dipertahankan dan semakin meriah pada tahun-tahun berikutnya.
