Kalender Jawa minggu ketiga Agustus 2026 mencakup tanggal 17 Agustus 2026 hingga 23 Agustus 2026. Dalam periode tersebut, kalender Jawa memasuki bulan Mulud 1960, bertepatan dengan bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Kalender Jawa tidak hanya memuat tanggal, tetapi juga pasaran dan weton yang masih digunakan sebagian masyarakat Jawa sebagai acuan dalam berbagai keperluan, termasuk menentukan hari baik dan melaksanakan tradisi tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalender Jawa Minggu Ketiga Agustus 2026
Memasuki pekan ketiga, penanggalan Jawa menunjukkan rangkaian weton mulai Senin Legi hingga Minggu Pahing. Berikut rincian tanggal, pasaran, weton, penanggalan Jawa, dan kalender Hijriah setiap harinya dirangkum dari Kalender Hijriah Kemenag.
Kalender Senin 17 Agustus 2026
Hari: Senin
Pasaran: Legi
Weton: Senin Legi
Kalender Jawa: 3 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 4 Rabiul Awal 1448 H
Kalender Jawa Selasa 18 Agustus 2026
Hari: Selasa
Pasaran: Pahing
Weton: Selasa Pahing
Kalender Jawa: 4 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 5 Rabiul Awal 1448 H
Kalender Jawa Rabu 19 Agustus 2026
Hari: Rabu
Pasaran: Pon
Weton: Rabu Pon
Kalender Jawa: 5 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 6 Rabiul Awal 1448 H
Kalender Jawa Kamis 20 Agustus 2026
Hari: Kamis
Pasaran: Wage
Weton: Kamis Wage
Kalender Jawa: 6 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 7 Rabiul Awal 1448 H
Kalender Jawa Jumat 21 Agustus 2026
Hari: Jumat
Pasaran: Kliwon
Weton: Jumat Kliwon
Kalender Jawa: 7 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 8 Rabiul Awal 1448 H
Kalender Jawa Sabtu 22 Agustus 2026
Hari: Sabtu
Pasaran: Legi
Weton: Sabtu Legi
Kalender Jawa: 8 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 9 Rabiul Awal 1448 H
Kalender Jawa Minggu 23 Agustus 2026
Hari: Minggu
Pasaran: Pahing
Weton: Minggu Pahing
Kalender Jawa: 9 Mulud 1960
Kalender Hijriah: 10 Rabiul Awal 1448 H
Demikian kalender Jawa minggu ketiga Agustus 2026 yang mencakup tanggal 17-23 Agustus. Pada periode ini, seluruh tanggal berada dalam bulan Mulud 1960 dan bertepatan dengan 4-10 Rabiul Awal 1448 H.
Informasi pasaran dan weton tersebut dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang masih menggunakan penanggalan Jawa untuk mengetahui weton maupun menentukan berbagai kegiatan berdasarkan tradisi dan kebiasaan masing-masing.
